Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

ASI Minta Izin Pabrik Baru Disetop, Kecuali di Kawasan Timur Indonesia

Utilisasi pabrikan semen di dalam negeri terancam kembali turun pada 2021. Pasalnya, akan ada dua pabrikan semen baru yang mulai beroperasi dalam waktu dekat.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 15 September 2020  |  20:47 WIB
Aktivitas pekerja Semen Indonesia di Packing Plant Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (11/12/2018). - Bisnis/Peni Widarti
Aktivitas pekerja Semen Indonesia di Packing Plant Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa (11/12/2018). - Bisnis/Peni Widarti

Bisnic.com, JAKARTA - Utilisasi pabrikan semen di dalam negeri terancam kembali turun pada 2021. Pasalnya, akan ada dua pabrikan semen baru yang mulai beroperasi dalam waktu dekat.

Asosiasi Semen Indonesia (ASI) kelebihan kapasitas industri semen pada tahun ini akan bertambah menjadi 41 juta ton mengingat beroperasinya tiga pabrikan baru di pulau Jawa. Asosiasi menilai efek pengoperasian pabrik tersebut baru akan terasa pada tahun depan lantaran ketiga pabrik tersebut baru akan beroperasi sekitar awal kuartal IV/2020. 

"Dua pabrik bari di Grobokan, Jawa Tengah dan Jember, Jawa Timur sedang pembenahan untuk commisioning. Semoga tidak ada lagi [penerbitan] izin pabrik semen baru karena utilisasi pabrik [secara nasional sudah] sangat rendah," ujar Ketua Umum ASI Widodo Santoso kepada Bisnis, Selasa (15/9/2020).

Berdasarkan penelusuran Bisnis, ada dua pabrikan yang akan mulai beroperasi pada tahun ini di Jember dan Grobogan yakni PT Semen Imasco Asiatic Raya dan PT Semen Grobokan. 

PT Semen Imasco Asiatic Raya tercatat telah menelan investasi senilai Rp5 triliun dan akan memiliki kapasitas terpasang sebesar 1,5 juta ton per tahun. Perusahaan patungan antara Hongshi Holding Group dan PT Semen Imasco Asiatic Indonesia akan memanfaatkan 100 juta ton batu kapur sebagai bahan baku.  

Sementara itu, PT Semen Grobogan menelan investasi hingga US$300 juta dengan kapasitas terpasang 5 juta ton. Dengan kata lain, pabrikan semen di Bayat akan memiliki kapasitas terpasang sekitar 1,5 juta ton. 

Adapun, utilisasi pabrikan semen saat ini untuk pasar lokal hanya mencapai sekitar 54 persen. Utilisasi total industri semen jika ditambah pasar global berada di level 60 persen.

Sebelumnya, Berdasarkan target produksi semen ASI, utilitas pabrikan semen pada 2021 akan berada di sekitar posisi 66,25% atau lebih rendah 625 bps dari posisi saat ini. Widodo menyatakan ketiga pabrikan tersebut akan beroperasi penuh pada 2021 dan berpotensi menyeret utilitas industri semen nasional secara drastis.

Widodo menyarankan untuk menerbitkan izin pembangunan pabrik semen baru jika lokasinya berada di Irian Jaya. Seperti diektahui, konsumsi semen di Indonesia bagian timur konsisten tumbuh positif sepanjang Januari-Agustus 2020.

Adapun, wilayah Indonesia bagian timur masih konsisten mencatatkan pertumbuhan konsumsi yang positif hingga 5 persen. Per Agustus 2020, konsumsi di Bali dan Nusa Tenggara naik 9,4 persen menjadi sekitar 377.000 ton, sementara itu di Maluku dan Papua melesat 9,4 persen menjadi 167.000 ton.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pabrik pabrik semen
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top