Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indef: PSBB Berhasil Jika Paralel dengan Bantuan Sosial

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan bahwa apabila ingin maksimal, PSBB harus paralel dengan bantuan sosial (bansos).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 14 September 2020  |  17:30 WIB
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara (kanan) dan Peneliti Indonesia for Global Justice (IGJ) Hafidz Arfandi - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara (kanan) dan Peneliti Indonesia for Global Justice (IGJ) Hafidz Arfandi - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat dan menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di wilayah Ibu Kota. Penyebaran Covid-19 menjadi pemicunya.

Kasus terus bertambah karena imbauan untuk tetap di rumah tidak diindahkan. Masyarakat, khususnya di sektor non-formal merasa tidak akan mendapat penghasilan apabila berdiam diri saja.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan bahwa apabila ingin maksimal, PSBB harus paralel dengan bantuan sosial (bansos).

Logikanya, masyarakat patuh di rumah kalau stimulus yang diberikan oleh pemerintah bisa menutup kehilangan pendapatan selama PSBB.

“Sementara itu porsi jaminan sosial terhadap PDB Indonesia cukup rendah hanya di kisaran 2,5 persen. Oleh karena itu seluruh alokasi insentif fiskal perlu didorong ke bansos, cash transfer, dan sembako,” katanya saat dihubungi, Senin (14/9/2020).

Bhima menjelaskan bahwa ideal bantuan yang dialokasi adalah di atas 5 persen dari PDB. Apalagi dalam situasi menuju resesi.

Oleh karena itu, apabila anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) senilai Rp695,2 triliun terserap 100 persen, itu masih belum cukup menutup kehilangan pendapatan masyarakat.

“Betul harus dinaikkan [anggarannya]. Yang lebih penting adalah kenaikan porsi anggaran jaminan sosial dan serapan belanja sama cepatnya,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

insentif fiskal bantuan sosial Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top