Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Gerus Kepercayaan Investor, Target Investasi RI Tertunda Tahun Depan?

Kembali diterapkannya PSBB akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung rampung diperkirakan kian menggerus kepercayaan diri para calon investor.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 14 September 2020  |  20:37 WIB
Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan keterangan pers mengenai dampak virus corona pada sektor pariwisata, di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia Hariyadi Sukamdani menjawab pertanyaan wartawan seusai memberikan keterangan pers mengenai dampak virus corona pada sektor pariwisata, di Jakarta, Kamis (12/3/2020). Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA -- Pelaku usaha memprediksi mayoritas investasi yang ditargetkan terealisasi pada 2020 akan tertunda hingga tahun depan.

Pasalnya, kembali diterapkannya PSBB akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung rampung kian menggerus kepercayaan diri para calon investor.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi B. Sukamdani menilai hal tersebut akan mengerem keinginan para calon investor. Menurutnya mereka akan lebih mengutamakan pertimbangan lain untuk menanamkan modalnya di Tanah Air.

"Pengusaha itu selalu melihat prospek. Kalaupun mereka punya ekuitas, hal tersebut akan dialokasikan sebagai dana cadangan untuk menjaga arus kas perusahaan. Jika demikian, maka mayoritas bakal investasi di Indonesia harus ditunda tahun depan," kata Hariyadi kepada Bisnis, Senin (14/9/2020).

Menurut Hariyadi, pemerintah perlu melakukan koordinasi dengan calon investor terkait dengan penempatan tenaga kerja sebagai upaya menyiapkan diri untuk menyambut pemulihan yang diprediksi terjadi tahun depan.

Pelatihan angkatan kerja di dalam program Kartu Prakerja, lanjutnya, mesti dikoordinasikan dengan calon investor guna memastikan penempatan tenaga kerja.

"Jangan sampai karena tidak dilibatkan, calon investor dan pemerintah malah jalan sendiri-sendiri dalam perekrutan tenaga kerja," ucap Hariyadi.

Pasalnya, jika target investasi dan penyerapan tenaga kerja tersebut meleset hingga tahun depan, maka akan mengakibatkan pelemahan daya beli sehingga mengerem proses pemulihan pertumbuhan ekonomi.

"Kami khawatir kalau begitu terus, maka otomatis pertumbuhan ekonomi minusnya agak lama," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi tenaga kerja
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top