Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kondisi Ekonomi Menantang, BKPM Optimis Capai Target Investasi Rp817,2 Triliun

Per semester I/2020 investasi yang terealisasi masih senilai Rp402,6 triliun dari total target senilai Rp817,2 triliun. Artinya, sampai dengan akhir tahun nanti, BKPM perlu mengejar kurang lebih Rp415 triliun untuk memenuhi target tersebut.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 14 September 2020  |  17:32 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Meski dilanda ketidakpastian, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) tetap optimistis target investasi pada 2020 senilai Rp817,2 triliun dapat terealisasi.

Salah satu strategi yang tengah dibangun pemerintah adalah dengan menyelesaikan investasi mangkrak yang sejauh ini telah mencapai Rp411 triliun. Hal ini dikatakan Kepala BKPM Bahlil Lahadalia saat bertatap muka secara virtual dengan awak redaksi Bisnis Indonesia, Senin (14/9/2020).

"Ya kami tetap optismis, strategi aalah satunya menyelesaikan investasi mangkrak, sekarang sudah ada jalan dan ground breaking," kata Bahlil.

Target investasi 2020 senilai Rp817,2 triliun. Sementara itu, per semester I/2020 investasi yang terealisasi masih senilai Rp402,6 triliun. Artinya, sampai dengan akhir tahun nanti, BKPM perlu mengejar kurang lebih Rp415 triliun untuk memenuhi target tersebut.

Kepala BKPM tak menampik pandemi Covid-19 memang cukup menantang bagi sektor investasi. Apalagi, menurutnya kondisi tersebut ditambah dengan berbagai persoalan struktural yang kerap menghambat proses investasi.

Di samping itu data-data ekonomi menunjukkan bahwa proses pemulihan ekonomi tak bisa berjalan sesuai ekspektasi. Konsumsi diperkirakan masih terkontraksi, industri juga belum pulih, di satu sisi pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan larangan masuk bagi warga negara Indonesia (WNI) ke 59 negara berpotensi mengganggu ambisi BKPM.

"Tetapi kami akan terus turun ke lapangan, dengan demikian kita pastikan investasi bisa berjalan. Itu yang kami kerjakan," jelasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

investasi bkpm bahlil lahadalia covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top