Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pembiayaan APBN, BI Siap Jaga Stabilitas Pasar SBN Tahun 2021

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa otoritas fiskal telah berkoordinasi dengan bank sentral terkait upaya menjaga perekonomian melalui sejumlah kesepakatan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 11 September 2020  |  15:46 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (29/4 - 2020). Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan mendukung setiap langkah pemerintah untuk menjaga stabilitas pasar surat berharga negara atau SBN sebagai salah satu sumber utama pembiayaan APBN 2021.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa otoritas fiskal telah berkoordinasi dengan bank sentral terkait upaya menjaga perekonomian melalui sejumlah kesepakatan yang telah disetujui oleh kedua belah pihak.

"Oh sudah, Menkeu telah berkoordinasi dengan kami, siap," kata Perry dalam rapat kerja bersama pemerintah dan BI di Badan Anggaran (Banggar) DPR, Jumat (11/9/2020).

Kendati begitu, Perry belum menjelaskan secara detail terkait dukungan yang akan dilakukan dalam menjaga stabilitas pasar di SBN tersebut.  

Kebutuhan pembiayaan masih cukup besar karena ketidakpastian yang masih menghantui perekonomian akibat pandemi. Ketidakpastian tersebut kemudian memengaruhi target pendapatan negara tahun 2021 yang mengalami penurunan sebesar Rp32,7 triliun.

Akibat penurunan target pendapatan tersebut kebutuhan pembiayaan defisit APBN 2021 membengkak hingga Rp35,2 triliun.

Dengan perubahan tersebut, maka pembiayaan utang akan meningkat dari Rp1.142 triliun menjadi Rp1.177,4 triliun. Pemenuhan pembiayaan utang ini akan didominasi oleh SBN senilai Rp1.207,3 triliun (neto).

Adapun, BI akan tetap berperan pembiayaan APBN 2021. Bank sentral tetap bisa terjun ke pasar primer, hanya saja perannya hanya sebatas sebagai standby buyer, bukan seperti konsep burden sharing sebagaimana diterapkan dalam pembiayaan APBN 2020.

Sementara itu, selama pandemi Covid-19, BI bersama Kementerian Keuangan melakukan skema burden sharing atau berbagi beban. Kerja sama yang dilakukan, antara lain berupa pembelian SBN oleh BI tanpa lewat skema lelang untuk membiayai belanja pemerintah yang terkait kebutuhan publik. 

Selain itu, BI juga membeli SBN di pasar perdana dengan fungsi sebagai pembeli siaga sesuai UU nomor 2 tahun  2020. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia apbn sbn kemenkeu sri mulyani
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top