Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jalankan PSBB, Keluar Masuk Jakarta Perlu Izin Lagi?

Akses transportasi keluar dan masuk DKI Jakarta saat pelaksanaan PSBB total sedang dibahas oleh pemerintah provinsi dan Kemenhub.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 10 September 2020  |  12:21 WIB
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Adminstrasi Jakarta Pusat mengadakan Operasi Kepatuhan Peraturan Daerah (OK PREND) terkait pendisiplinan masker di ruas Jalan Percetakan Negara pada pagi ini, Jumat (24/7/2020). JIBI - Bisnis/Nyoman Ari Wahyudi
Satuan Polisi Pamong Praja Kota Adminstrasi Jakarta Pusat mengadakan Operasi Kepatuhan Peraturan Daerah (OK PREND) terkait pendisiplinan masker di ruas Jalan Percetakan Negara pada pagi ini, Jumat (24/7/2020). JIBI - Bisnis/Nyoman Ari Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Akses transportasi dari dan menuju DKI Jakarta masih akan dibahas lebih lanjut antara Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat setelah diumumkannya PSBB total di wilayah Ibu Kota Negara tersebut.

Juru Bicara Menteri Perhubungan Adita Irawati mengatakan keputusan PSBB total di DKI sudah menjadi keputusan terbaik yang telah dibahas semua pihak. Namun, terkait akses transportasi masih perlu koordinasi lebih lanjut.

"Yang penting adalah keputusan terbaik yang telah dibahas oleh semua pihak. Gubernur [Anies Baswedan] juga akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan daerah Bodetabek. Beliau juga bilang akan koordinasi dulu dengan pemerintah pusat, termasuk Kemenhub," katanya kepada Bisnis.com, Kamis (10/9/2020).

Seakan mengiyakan, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi yang dihubungi terpisah menyatakan sore ini akan melakukan rapat koordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta terkait akses ke DKI di masa PSBB total ini berlangsung.

"Kami lagi mau dirapatkan sore nanti dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan BPTJ," tuturnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya menekan rem darurat atau kembali menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) total mulai Senin (14/9/2020).

Anies mengatakan keputusan tersebut karena khawatir dengan tingkat keterisian rumah sakit yang ada di Ibu Kota untuk penanganan wabah virus corona (Covid-19).

"Bila situasi ini terus berjalan dan tidak ada pengereman, data yang kita miliki dibuat proyeksi 17 September semua tempat tidur isolasi dan rumah sakit akan penuh," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kemenhub Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top