Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disetujui DPR, Anggaran Kemenko Perekonomian 2021 Naik Jadi Rp443,3 Miliar

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat kerja Banggar DPR mengungkapkan usulan penambahan anggaran sebesar Rp50 miliar. Ini dialokasikan untuk Komite Kebijakan dan Sekretariat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 09 September 2020  |  06:33 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto saat tiba di Ruang Rapat Paripurna I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Banggar DPR RI) menyetujui penambahan pagu anggaran Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) untuk tahun anggaran 2021 sebesar Rp50 miliar.

Dengan demikian, anggaran Kemenko Perekonomian pada 2021 sebesar Rp443,3 miliar, naik dari pagu indikatif Rp393 miliar.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat kerja Banggar DPR mengungkapkan usulan penambahan anggaran sebesar Rp50 miliar. Ini dialokasikan untuk Komite Kebijakan dan Sekretariat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

“Pasalnya, ini masih belum terakomodasi dalam pagu anggaran Kemenko Perekonomian 2021. Sehingga, pagu alokasi anggaran itu meningkat menjadi Rp443,3 miliar dari semula sebesar Rp393,3 miliar,” ujar Airlangga.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik Kemenko Perekonomian Hermin Esti Setyowati mengatakan bahwa pagu anggaran untuk 2021 sebesar Rp393,3 miliar. Jumlah ini menurun senilai Rp16 miliar dari pagu 2020 yang sebesar Rp409,4 miliar.

“Komposisi anggaran tersebut terdiri atas program koordinasi pelaksanaan kebijakan sebesar Rp186 miliar [47,3 persen] dan program dukungan manajemen sebesar Rp207,3 miliar [52,7 persen],” katanya melalui keterangan pers, Selasa (8/9/2020).

Hermin menjelaskan bahwa pagu Kemenko Perekonomian sejak 2019 sampai 2021 terus mengalami penurunan. Khususnya untuk Program Koordinasi.

Sedangkan, program dukungan mengalami kenaikan dikarenakan penerimaan CPNS baru, pengisian jabatan, dan penambahan Biro Komunikasi, Layanan Informasi, dan Persidangan.

Postur anggaran Kemenko Perekonomian 2021 berdasarkan jenis belanja terbagi atas belanja pegawai Rp118,5 miliar, belanja barang Rp269 miliar, dan belanja modal Rp5,72 miliar. Ini dapat dibandingkan dengan postur pada 2020 yaitu: belanja pegawai (Rp116 miliar), belanja barang Rp286 miliar, dan belanja modal Rp7,3 miliar.

“Dapat dilihat bahwa belanja barang meningkat dan belanja modal menurun karena ada perubahan pos belanja dari belanja modal menjadi belanja barang dalam bentuk sewa kendaraan dinas, laptop, ruangan kantor, dan lain-lain sehingga lebih efisien,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

airlangga hartarto RAPBN 2021
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top