Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ambyar! Kemiskinan September Diprediksi Tembus ke Dua Digit

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Rusli Abdullah memperkirakan angka kemiskinan September berada di dua digit atau 10,34 persen.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 08 September 2020  |  19:11 WIB
Warga beraktivitas di permukiman semi permanen di Kampung Kerang Ijo, Muara Angke, Jakarta, Selasa (22/1/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar
Warga beraktivitas di permukiman semi permanen di Kampung Kerang Ijo, Muara Angke, Jakarta, Selasa (22/1/2019). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Aktivitas ekonomi di era pandemi Covid-19 hampir tersendat seiring dengan banyaknya penutupan usaha yang berbuntut pada pemutusan hubungan kerja. Dampaknya sudah pasti, kemiskinan bakal meningkat.

Peneliti Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Rusli Abdullah berargumen penyebab utamanya adalah vaksin Covid-19 masih belum ditemukan hingga saat ini.

“Ketika aktivitas keluar, pasti rentan terpapar Covid-19 selama vaksin belum ada,” katanya dalam diskusi virtual, Selasa (8/9/2020).

Dengan kondisi ini, Rusli meyakini pandemi telah menggerus kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sejak pertama kali kasus ditemukan pada awal Maret, dalam 6 bulan angka kemiskinan naik sebesar 1,63 juta atau 0,56 persen.

“Kenaikan angka ini sama dengan usaha penurunan kemiskinan selama 1,5 tahun sejak Maret 2018 hingga September 2019,” jelasnya.

Karena kesejahteraan jauh dari membaik, Rusli menuturkan bahwa target penurunan kemiskinan menjadi berat. Bulan ini, dia prediksi berada di dua digit atau 10,34 persen.

“Saya menggunakan asumsi angka kemiskinan September 2020 sama dengan penambahan antara September 2019 sampai Maret 2020,” ucapnya.

Dengan begitu, akan terjadi kenaikan kemiskinan sebesar 0,56 persen dibandingkan Agustus 2020. “Kita tahu pemerintah berupaya agar kemiskinan berada di single digit. Tapi karena Covid-19, itu mengambyarkan kemiskinan single digit,” ucap Rusli.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemiskinan indef angka kemiskinan Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top