Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Dunia dan Luhut Sepakat, Indonesia Lebih Unggul dari Negara Berteknologi Tinggi

pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berbasis konsumsi disebut jauh lebih mudah melakukan pemulihan ekonomi daripada negara-negara yang mengandalkan high technology.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 30 Agustus 2020  |  12:04 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengklaim, Indonesia jauh lebih unggul dibandingkan negara berteknologi tinggi, dalam melakukan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19

Luhut mengatakan, dalam obrolannya dengan Bank Dunia (World Bank) pada Sabtu (29/8/2020), Indonesia disebut jauh lebih mudah melakukan pemulihan ekonomi daripada negara-negara yang mengandalkan high technology.

Hal itu tak lepas dari pertumbuhan ekonomi Indonesia sangat bergantung dengan konsumsi, yakni mencapai 58 persen dari total gross domestic product (GDP).

“Tadi malam saya bicara dengan Bank Dunia. Mereka sebut Indonesia lebih mudah recovery karena memiliki komposisi pertumbuhan ekonomi didominasi oleh konsumsi, dibandingkan negara-negara lain yang hnaya manfaatkan tekonologi saja. Makanya kita siapkan ini. Apalagi UMKM ini bisa jadi pendorog konsumsi domestic,” katanya dalam kickoff Program Bank Indonesia dalam Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia, Minggu (30/8/2020).

Menurutnya, dengan kombinasi sektor konsumsi dan teknologi yang dimimiliki Indonesia, ekonomi akan bisa lebih mudah mengalami pemulihan.

Saat ini lebih dari 1.000 anak muda Indonesia telah bekerja sama mengembangkan inovasi berbasis teknologi dalam mendorong UMKM maupun penyaluran dana pemulihan ekonomi nasional.

"Kemarin saya video call dengan para anak muda dari semua platform itu. Mereka bertekad tidak hanya ingin ambil untung tetapi juga ingin memberikan yang terbaik untuk negeri yang mereka cintai ini," katanya.

Menurutnya, apabila Indonesia tidak melakuakn transformasi ke arah digital, maka akan tertinggal dengan negara-negara lainnya. Paslanya, UMKM yang berada di Taiwan, Jerman, Korea Selatan telah berinovasi ke arah teknologi. 

Dengan penerapan teknologi, kredit UMKM yang masih bernilai Rp10 milair bisa masuk ke tatanan yang lebih besar.

"UMKM jangan hanya untuk makanan untuk fesyen saja, tetapi mulai kita lakukan untuk transformasi ke high technology, UMKM adalah salaah satu pilar perekonomian Indonesia," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank dunia Pertumbuhan Ekonomi Luhut Pandjaitan pemulihan ekonomi
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top