Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tren Investasi Taiwan Tumbuh Lebih Tinggi di Luar China

Indonesia dan Taiwan memilki peluang peningkatan kerja sama perdagangan, terutama dalam rantai pasok manufaktur produk alat mesin, tekstil dan teknologi usai Covid-19.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  20:28 WIB
Kawasan Berikat Nusantara (KBN)  - kbn.co.id
Kawasan Berikat Nusantara (KBN) - kbn.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- Tren pertumbuhan investasi Taiwan di luar negeri tercatat terus tumbuh bahkan sebelum pandemi Covid-19 sebagai bagian dari fragmentasi rantai pasok global (GVC).

Kristy Tsun-Tzu Hsu, ekonom dari Chung-Hua Institution for Economic Research (CIER), menjelaskan bahwa penanaman modal asing Taiwan ke China memang menunjukkan pertumbuhan sebelum 2015 dengan realisasi investasi yang lebih besar dibandingkan dengan investasi Taiwan ke berbagai negara. N

Namun sejak 2015, nilai investasi ke negara-negara selain China justru lebih tinggi.

“Indonesia bisa berpartisipasi dalam pergeseran ini. Dengan kerja sama yang semakin kuat, kedua pihak bisa meningkatkan potensi pengembangan sumber daya manusia, pertukaran pelajaran, dan joint partnership di startup dan kewirausahaan,” kata Kristy, Kamis (27/8/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang Hubungan Internasional Shinta W. Kamdani mengatakan Indonesia dan Taiwan bisa memperdalam kerja sama perdagangan dalam rantai pasok manufaktur produk alat mesin, tekstil dan teknologi usai Covid-19.

“Kerja sama dalam rantai pasok produk teknologi harus menjadi fokus kerja sama bilateral Indonesia-Taiwan karena Covid-19 menciptakan transformasi yang mengarah pada peningkatan kebutuhan produk teknologi. Dengan demikian akan tercipta pertumbuhan permintaan yang solid,” ujarnya.

Adapun untuk realisasi kerja sama yang bisa dieksekusi dalam waktu dekat, Shinta menjabarkan sejumlah industri yang potensial dikembangkan kedua pihak yakni alat pelindung diri (APD) untuk penanganan Covid-19, peralatan kesehatan termasuk test kit, produk farmasi, peralatan telekomunikasi, dan barang elektronik beserta komponennya.

“Hal ini bisa diwujudkan dengan investasi di Indonesia dengan menambah utilisasi industri di dalam negeri atau menambah volume perdagangan pada produk tersebut,” papar Shinta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

taiwan relokasi pabrik
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top