Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Covid-19 Ubah Spesifikasi Pekerjaan, Ini yang Harus Dicatat

Dengan kondisi pandemi saat ini, perusahaan dipaksa untuk beroperasi dengan kapasitas yang terbatas sehingga kebutuhan tenaga kerja pun menurun.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  13:46 WIB
Pencari kerja melintas di dekat stan sebuah perusahaan pada bursa kerja di Disnakertrans Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (19/4). - Antara/R Rekotomo
Pencari kerja melintas di dekat stan sebuah perusahaan pada bursa kerja di Disnakertrans Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (19/4). - Antara/R Rekotomo

Bisnis.com, JAKARTA – TopKarir Indonesia, startup perekrutan tenaga kerja digital, mengemukakan sejumlah temuan menarik terhadap perubahan spesifikasi pekerjaan selama pandemi Covid-19.

CEO TopKarir Bayu Janitra Wirjoatmodjo mengatakan ada kecenderungan beberapa mitra perusahaan yang membutuhkan karyawan multitasking.

Dengan kondisi pandemi saat ini, perusahaan dipaksa untuk beroperasi dengan kapasitas yang terbatas sehingga kebutuhan tenaga kerja pun menurun.

Dia pun mencontohkan menjamurnya penjualan secara dalam jaringan (daring) menuntut perusahaan untuk merekrut tenaga kerja yang memiliki pengetahuan tambahan selain marketing.

“Tren sekarang, ada kebutuhan karyawan multitasking. Ketika jualan offline, tinggal bawa produknya ke warung. Sekarag harus belajar foto produk [karena dijual secara online],” katanya dalam Online Editor Luncheon TopKarir, Kamis (27/8/2020).

Para pekerja dituntut untuk menguasai fotografi karena penjualan tidak lagi melulu soal memasarkan, tetapi juga membuat produknya tampak menarik di portal e-commerce.

Lain lagi di sektor jasa, misalnya restoran dan kafe. Ia menyebutkan ada kecenderungan pemilik usaha untuk mempekerjakan satu karyawan yang memiliki tugas sebagai kasir, pelayan, hingga memasak.

Selain itu, Bayu menjelaskan perusahaan juga cenderung membutuhkan karyawan yang memiliki keahlian dari sisi riset dan analisis.

“Kebutuhan bergeser, perusahaan harus menentukan arah [perusahaan] ke mana. Di saat sebelum pandemi, mereka tidak berpikir investasi orang untuk belajar riset,” tekannya.

Namun, kondisi pandemi Covid-19 diakuinya membuat profesi ini diminati karena kemampuan ini merupakan tulang punggung yang mendukung daya tahan perusahaan di saat krisis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

karir tenaga kerja covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top