Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

LMAN Bayarkan Dana Pengadaan Lahan Rp7,28 Triliun Selama Pandemi

Selama periode 16 Maret—19 Agustus 2020, LMAN sudah melakukan pembayaran sekitar Rp7,28 triliun, paling besar untuk jalan tol Rp6,49 triliun.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 26 Agustus 2020  |  16:34 WIB
Truk melintas di area proyek konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kawasan perkebunan Walini Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (17 - 3).Antara/Novrian Arbi
Truk melintas di area proyek konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Kawasan perkebunan Walini Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (17 - 3).Antara/Novrian Arbi

Bisnis.com, JAKARTA — Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah membayarkan dana pengadaan lahan senilai total Rp7,28 triliun untuk sejumlah proyek infrastruktur selama masa pandemi ini.

Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan LMAN Qoswara menyampaikan badan layanan umum di bawah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan tersebut menggunakan periode cut off per 16 Maret 2020 sebagai awal masa pandemi.

“Selama periode 16 Maret—19 Agustus 2020, kami di LMAN sudah melakukan pembayaran sekitar Rp7,28 triliun, paling besar untuk jalan tol Rp6,49 triliun,” kata Qoswara dalam media visit virtual ke redaksi Bisnis.com, Rabu (26/8/2020).

Adapun perinciannya, sebanyak Rp6,49 triliun didistribusikan untuk proyek jalan tol, Rp359 miliar untuk bendungan, Rp296 miliar untuk kereta api, Rp130 miliar untuk pelabuhan, dan Rp9 miliar untuk irigasi.

Qoswara mengatakan pada masa pandemi ini trafik jalan tol menurun karena masyarakat lebih banyak di rumah. Hal itu pun memukul pendapatan dan mengganggu aliran kas badan usaha yang mengelola jalan tol.

“Untuk menutupi cashflow yang terganggu tadi, LMAN diminta untuk melakukan percepatan terkait pengadaan lahan,” tutur Qoswara.

Adapun, mekanisme pembayaran pembebasan lahan tahun ini didominasi oleh dana talangan yaitu badan usaha mengeluarkan biaya sendiri terlebih dahulu dan kemudian meminta penggantian ke LMAN.

Khusus untuk proyek non jalan tol, Qoswara menyebut mekanisme pembayaran dilakukan secara langsung kepada masyarakat dengan bantuan distribusi perbankan. Hal ini diharapkan dapat menaikkan daya belli masyarakat dengan cepat untuk menggerakkan perekonomian.

Sejak 2016 hingga 19 Agustus 2020, LMAN telah melakukan pembayaran atas 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) senilai total Rp56,21 triliun.

Pembayaran tersebut dilakukan untuk membebaskan 84.933 bidang seluas 128,27 juta meter persegi. Secara rinci, sebagian besar pembayaran tersebut diberikan untuk proyek jalan tol sebanyak 40 proyek senilai Rp50,22 triliun.

Sisanya Rp3,69 triliun untuk 25 proyek bendungan, Rp1,49 triliun untuk 7 proyek kereta api, Rp650 miliar untuk proyek Pelabuhan Patimban di Subang, dan Rp151 miliar untuk proyek irigasi yang baru dimulai pada 2019.

Adapun PSN yang didanai oleh LMAN tersebar di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Nusa Tenggara Timur dengan proyek terbanyak ada di Jawa dan Sumatera.

“Ada 77 PSN dan ke depan akan bertambah lagi seiring dengan percepatan kebutuhan lahan untuk pembangunan infrastruktur,” ujar Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan LMAN.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembebasan lahan LMAN
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top