Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Blok Masela Baru 2,2 Persen, Mengapa Berjalan Lambat?

Proses persetujuan kerangka acuan amdal telah disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 25 Februari 2020.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  18:30 WIB
Gambar satelit Pulau Nustual, Maluku -  Istimewa / Google Maps
Gambar satelit Pulau Nustual, Maluku - Istimewa / Google Maps

Bisnis.com, JAKARTA — Pengerjaan proyek Lapangan Abadi di Blok Masela masih belum dapat berjalan sesuai dengan target.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menjelaskan bahwa pengerjaan proyek sempat terganjal oleh pandemi Covid-19 dan pelemahan harga minyak dunia. 

“Saat ini sampai Juli 2020, aktual 2,2 persen progresnya. Dengan adanya Covid-19 dan harga minyak dunia terjadi keterlambatan sekitar 8,3 persen karena targetnya 10,5 persen,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (24/8/2020).

Dwi menjelaskan bahwa kegiatan yang sedang berjalan adalah pemasangan alat survei, proses studi gas turbin driver, dan integrated operation center assessment (IOCA).

Sementara itu, proses persetujuan kerangka acuan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) telah disetujui oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 25 Februari 2020.

“Pelaksanaan amdal ini dimulai base data collection terealisasi 60 persen, sedangkan collection data untuk wet season masih terkendala Covid-19 mudah-mudahan nanti saat musim hujan ini bisa dilakukan survei,” kata Dwi.

Untuk proses pengadaan lahan penetapan lokasi untuk kegiatan loading dan offloading LNG di Pulau Nustual telah dikeluarkan oleh Gubernur Maluku pada 1 Juni 2020.

Lokasi kilang LNG akan menggunakan kawasan hutan gundul tersebut telah mendapatkan rekomendasi dari Gubernur Maluku.

“Pada Februari 2019 dari pemda Maluku ini sudah selesai tugasnya. Cukup sangat bagus,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

blok masela skk migas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top