Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Open Data Blok Masela Disetujui, Shell Segera Divestasi Participating Interest

Selama Shell masih berada dalam konsorsium, Shell akan berkomitmen mendukung progres implementasi proyek Lapangan Abadi  di Blok Masela.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  16:33 WIB
Ilustrasi eksplorasi migas. - Bisnis
Ilustrasi eksplorasi migas. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Izin pembukaan data potensi Blok Masela yang diajukan oleh Shell Upstream Overseas Ltd untuk mencari mitra baru dalam pengembangan blok tersebut telah disetujui.  

Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto mengatakan dalam rencana melakukan divestasi kepemilikan hak partisipasi di Blok Masela, Shell telah mengajukan izin pembukaan data. Permohonan izin tersebut telah disetujui oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan BKPM.

"Dirjen Migas telah menyetujui permohonan pembukaan data. Laporan tadi pagi,  BKPM pun sudah menyetujui sehingga pembukaan data sudah enggak ada masalah," ujar Dwi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI, Senin (24/8/2020).

Dengan keluarnya izin tersebut proses divestasi hak kepemilikan Shell di Masela akan segera dilakukan. Dwi menuturkan bahwa Shell akan menyelesaikan proses divestasi dalam waktu 18 bulan.

Dwi juga menyampaikan bahwa selama Shell masih berada dalam konsorsium, Shell akan berkomitmen mendukung progres implementasi proyek Lapangan Abadi  di Blok Masela.

Sementara itu, Vice President Corporate Services Inpex Masela Ltd Henry Banjarnahor mengatakan bahwa hengkangnya Shell dari Masela merupakan hal biasa dalam investasi hulu migas.  Dia memastikan bahwa Inpex sebagai operator akan tetap berkomitmen untuk melanjutkan pengembangan proyek Masela.

"Mereka [Shell] mengatakan bahwa ingin mendivestasikan working interest-nya di Masela.  Alasannya, mereka melihat seluruh global portofolio mereka dan menganggap investasi di negara lain lebih menguntungkan mereka, namun kami memiliki pandangan lain, kami tetap komitmen di proyek Masela ini dan akan lanjutkan kerja sama dengan SKK Migas," katanya.

Dia menuturkan bahwa dengan dikeluarkannya izin pembukaan data, Shell akan segera memulai proses divestasinya kepada calon pembeli potensialnya.  

Adapun, hak partisipasi Inpex Masela Ltd di Blok Masela saat ini sebesar 65 persen, sementara Shell memegang hak partisipasi sebesar 35 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

shell blok masela
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top