Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di DPR, Inpex Ungkap Alasan Mengapa Shell Hengkang dari Masela

Inpex selaku operator pada proyek Lapangan Abadi Masela menyatakan tetap berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan pada proyek itu.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 24 Agustus 2020  |  15:58 WIB
Ilustrasi blok migas. - Bisnis
Ilustrasi blok migas. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Inpex Corporation membongkar alasan cabutnya Shell Upstream Overseas Ltd. dari proyek Lapangan Abadi di Blok Masela kepada Komisi VII DPR.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Vice President Corporate Services Inpex Henry Banjarnahor mengungkapkan bahwa alasan utama Shell untuk mundur dari proyek tersebut karena perusahaan itu tengah mengevaluasi seluruh portofolio bisnis yang ada di dunia.

Menurutnya, Shell menilai bahwa investasi di negara lain pada saat ini lebih menguntungkan sehingga prioritas pada proyek Lapangan Abadi Blok Masela ditinggalkan.

“Mereka [Shell] datang ke Inpex mengatakan bahwa mereka ingin divestasikan work in interest-nya di Blok Masela,” katanya, Senin (24/8/2020).

Henry menuturkan bahwa pada proses divestasi, Shell akan menunjukkan data-data seismik, data sumur, data komersial pada Blok Masela kepada calon mitra potensial.

Adapun, pihak Shell telah mendapatkan restu dari Dirjen Migas dan BKPM untuk melakukan proses pembukaan data kepada calon mitra baru.

“Dengan surat izin tersebut Shell akan memulai proses divestasinya kepada potential buyers mereka,” ungkapnya.

Meski demikian, Inpex selaku operator pada proyek Lapangan Abadi Masela menyatakan tetap berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan-kegiatan pada proyek itu.

“Kami tetap komitmen untuk kegiatan di proyek Masela ini, kita akan lanjutkan kerja sama dengan SKK Migas,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inpex blok masela
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top