Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Harus Bangun Hub Bandara Baru di Luar Jawa dan Bali

Saat ini hub semua bandara berada di barat Indonesia, sedangkan di timur hanya ada bandara di Makassar.
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017)./Bisnis-Dedi Gunawann
Pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia bersiap melakukan penerbangan di Bandara internasional Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara akhir pekan lalu (8/1/2017)./Bisnis-Dedi Gunawann

Bisnis.com, JAKARTA — Pandemi Covid-19 telah memberi pelajaran agar Indonesia dapat membangun membangun hub bandara baru di luar Jawa dan Bali untuk mendukung transportasi domestik.

Pengamat penerbangan dari Jaringan Penerbangan Indonesia (Japri) Gerry Soedjatman mengatakan bahwa melalui arahannya beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo memberi perhatiannya mengenai distribusi hub yang ada dan juga distribusi bandara internasional yang ada.

Menurut Gerry, saat ini hub semua bandara berada di barat Indonesia, sedangkan di timur hanya ada bandara di Makassar. Manado, lanjutnya, diharapkan bisa menjadi hub distribusi untuk wilayah internasional ke wilayah Indonesia bagian timur. Namun, secara alami, hub akan timbul di lokasi yang padat dengan kecenderungan terjadi di wilayah Indonesia bagian barat.

“Dari wabah Covid-19 ini, terlihat memang, Indonesia harus membangun hub baru di luar Jawa dan Bali untuk mendukung transportasi domestik. Jangan seperti sekarang, dua bandara tersibuk, ada di zona merah yakni Jakarta/Tangerang dan Surabaya,” jelasnya, Selasa (18/8/2020).

Selain itu, rencana pemerintah untuk menjadikan Bandara Ngurah Rai di Bali sebagai superhub bagi pariwisata tidak perlu dipaksakan dan dapat menyesuaikan dengan kondisi pasar yang ada saat ini.

Gerry mengemukakan bahwa secara kapasitas, Bandara Ngurah Rai di Bali sudah tidak cukup untuk dijadikan superhub, sedangkan untuk menjadikan bandara Bali utara sebagai superhub masih membutuhkan waktu yang lebih lama.

Pembentukan hub bandara di Indonesia, tuturnya, akan terjadi secara ilmiah. Saat ini, bandara yang telah menjadi superhub di Indonesia adalah bandara Soekarno-Hatta. Di luar itu terdapat Bandara Kualanamu di Medan dan Bandara Juanda di Surabaya dapat menjadi hub sekaligus bandara asal dan destinasi.

Gerry menjelaskan bahwa Bandara Makassar juga dapat berperan sebagai hub penghubung  secara penuh, tetapi masih bersifat sebagai scissor hub. Scissor hub terjadi ketika sebuah maskapai penerbangan mengoperasikan beberapa penerbangan ke bandara yang tiba pada waktu yang sama, bertukar penumpang, dan kemudian melanjutkan ke tujuan akhir mereka.

“Superhub sebaiknya jangan dipaksakan ada di bandara mana saja karena lebih efektif jika pasar menentukan,”ujarnya.

Dia pun menyarankan agar ke depannya, bandara yang dikembangkan harus kombinasi antara hub dan penerbangan titik ke titik. Pasalnya, apabila bandara dipaksakan hanya menjadi salah satu model, pertumbuhan pasarnya tidak akan efisien.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Editor : Zufrizal

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper