Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Momen Kemerdekaan, Potensi Maritim Dunia Wajib Digarap Pemain Lokal

Pelindo Marines Group menilai pengusaha lokal harus bisa mengoptimalkan pasar maritim dunia karena Indonesia memiliki beberapa selat dengan posisi yang strategis.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 17 Agustus 2020  |  19:00 WIB
Penumpang turun dari Kapal Pelni KM Labobar saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/6/2018). - ANTARA/Moch Asim
Penumpang turun dari Kapal Pelni KM Labobar saat tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (11/6/2018). - ANTARA/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA - Menyambut HUT Kemerdekaan Ke-75 RI, Indonesia harus dapat mengambil pasar internasional menjadi bagian dari rantai pasok dunia serta memanfaatkan posisinya guna memberikan jasa maritim mumpuni terutama di Selat Malaka, Sunda dan Lombok.

CEO Pelindo Marines Group Eko Hariyadi mengatakan potensi ekonomi maritim di Selat Malaka sangat besar karena posisinya sebagai alur laut dunia yang membuat lebih dari 75.000 kapal melalui selat itu setiap tahunnya.

"Potensi ekonomi maritim di Selat Malaka berupa devisa negara mencapai US$130 miliar, penciptaan lapangan kerja hingga 200.000 orang, miliaran rupiah nilai jasa pelayaran, ship to ship transfer, bunkering, supplies, spare parts, kru, limbah, layanan pandu dan tunda," jelasnya, Senin (17/8/2020).

Dia menegaskan potensi ini dapat digarap oleh Pelindo Marines karena sudah turut melakukan pandu kapal-kapal di wilayah selat tersebut. Dia pun menyebutnya cukup mudah, karena sudah dapat bersaing di jalur padat tersebut.

Dia juga menyebut Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok pun harus dimanfaatkan dari sisi ekonomi oleh pengusaha domestik.

Pihaknya menyebut potensi Selat Sunda hingga 54.000 kapal per tahunnya, sementara di Selat Lombok mencapai 37.000 kapal per tahun. Walaupun skalanya tak sebesar Selat Malaka, kedua selat ini pun memiliki potensi ekonomi yang bisa digarap.

"Saya melihat sudut pandang pelaku usaha, kenapa mesti dideklarasikan TSS di kedua selat ini selain safety ada manfaat ekonomi yang bisa diambil," ujarnya.

Dia menegaskan pentingnya pengusaha domestik di sektor maritim dapat menggaet potensi tersebut dan menjadi pemain dunia, karena dari sisi jasa Indonesia pun mampu bersaing secara internasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transportasi pelindo iii
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top