Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Panbil Group Kaji Bangun Terminal LNG US$800 Juta di Karimun

Pembangunan terminal LNG yang diusulkan di Pulau Asam, Karimun, Kepri itu dapat menghabiskan biaya US$600 juta hingga US$800 juta
Zufrizal
Zufrizal - Bisnis.com 17 Agustus 2020  |  14:54 WIB
Pulau Asam yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. - Bisnis
Pulau Asam yang termasuk dalam wilayah Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. - Bisnis

Bisnis.com, SINGAPURA — Panbil Group Indonesia sedang melakukan studi kelayakan pembangunan terminal impor gas alam cair di Pulau Karimun, Provinsi Riau dalam 5 tahun ke depan, kata seorang eksekutif kelompok usaha itu.

Proposal tersebut muncul pada saat harga spot gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Asia mencapai posisi terendah dalam beberapa tahun tahun ini karena pandemi virus Corona menekan permintaan untuk bahan bakar listrik.

Direktur Eksekutif Panbil Group Patrick Aritonang kepada Reuters, seperti dikutip dari laman www.todayonline.com, Senin (17/8/2020) mengatakan bahwa pembangunan terminal LNG yang diusulkan itu dapat menghabiskan biaya US$600 juta hingga US$ 800 juta dan akan berlokasi di Pulau Asam, yang berjarak sekitar 33 kilometer dari hub minyak dan gas Jurong, Singapura,

"Kami ingin mengusulkan opsi tertentu untuk mengakomodasi ketahanan energi kami," katanya.

Pasalnya Indonesia diperkirakan kekurangan gas alam dalam dekade mendatang, sedangkan pemerintah telah menetapkan target untuk membangun lebih banyak pembangkit listrik berbahan bakar gas.

Studi yang didanai oleh US Trade and Development Agency (USTDA) tersebut akan menentukan kapasitas regasifikasi terminal, katanya, seraya menambahkan bahwa pihaknya juga akan melihat keekonomian pembangunan pipa sepanjang 55 km untuk memasok gas ke PT Trans Gas Indonesia (PGI).

Patrick menyebutkan bahwa terminal tersebut dapat memiliki kapasitas penyimpanan hingga 170.000 meter kubik, yang akan digunakan untuk mengisi bahan bakar kapal dan memecah kargo besar menjadi yang lebih kecil untuk didistribusikan di wilayah tersebut.

Sumber pasokan gas prospektif termasuk Kilang Tangguh 3 Indonesia, PT Donggi Senoro, dan terminal Corpus Christi Cheniere Energy.

Studi kelayakan tersebut diharapkan selesai pada akhir 2020, sedangkan pembangunan terminal akan memakan waktu sekitar 3 tahun.

Panbil mengoperasikan kawasan industri di Batam, yang menampung pembangkit listrik berbahan bakar gas 60 megawatt.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lng karimun
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top