Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembangan Pendidikan Vokasi, Kemenperin Dapat Hibah dari Pemerintah Swiss

Dana hibah tersebut akan disalurkan dalam program kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Swiss yakni Skill for Competitiveness (S4C).
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  21:26 WIB
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto - Kemenperin
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Eko S.A. Cahyanto - Kemenperin

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendapatkan hibah dari pemerintah Swiss dalam pengembangan pendidikan vokasi. Hibah tersebut akan disalurkan dalam bentuk pelatihan dan perencanaan pendidikan vokasi.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Eko Cahyanto mengatakan dana hibah tersebut akan disalurkan dalam program kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Swiss yakni Skill for Competitiveness (S4C). Eko menjelaskan kerja sama tersebut didasarkan oleh kemampuan Swiss dalam pendidikan vokasi.

"Mereka sudah 200 tahun punya konsep [pendidikan vokasi]. Di sana ada permeability, itu yang tidak kami punya di sini [dalam negeri]. Di sana, [pendidikan vokasi] betul-betul dinamis, sehingga memudahkan [sektor manufaktur]," katanya kepada Bisnis, Jumat (14/8/2020).

Eko mendata nilai hibah yang akan diberikan mencapai CHF8 juta atau setara dengan Rp131,8 miliar. Menurutnya, dana tersebut tidak akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur fisik, tetapi infrastruktur pendidikan seperti penyusunan kurikulum, penyesuaian kebutuhan mesin peralatan pendidikan, dan peningkatan kapabilitas pengajar vokasi.

Sebelumnya, Eko menyatakan pendidikan vokasi saat ini harus berbasis kebutuhan agar tidak menciptakan pengangguran. Dengan kata lain, skema pendidikan vokasi dewasa ini harus mengedepankan kerja sama pendidikan dengan sektor manufaktur.

Seperti diketahui, total kebutuhan kerja sektor manufaktur per tahunnya sekitar 600.00 orang, sementara itu kebutuhan tenaga kerja level operator mendominasi hingga 67,95 persen atau sekitar 420.000 orang. Walakin, Kemenperin hanya mampu menyediakan 4.500 tenaga kerja dari seluruh fasilitas pendidikannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

swiss kemenperin Pendidikan Vokasi
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top