Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kadin: Kesehatan Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Nasional

Kadin menilai aspek kesehatan menjadi penting dalam pemulihan ekonomi nasional untuk menunjang kebijakan pemerintah yang sudah direalisasikan.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  13:37 WIB
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Pemerintah meluncurkan alat tes cepat COVID-19 yang diberi nama RI-GHA Covid-19 dan menargetkan dapat diproduksi sebanyak 200 ribu rapid pada Juli dan 400 ribu di Agustus 2020. ANTARA FOTO - Arnold
Petugas medis menunjukkan alat tes cepat (rapid test) COVID-19 buatan dalam negeri di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis (9/7/2020). Pemerintah meluncurkan alat tes cepat COVID-19 yang diberi nama RI-GHA Covid-19 dan menargetkan dapat diproduksi sebanyak 200 ribu rapid pada Juli dan 400 ribu di Agustus 2020. ANTARA FOTO - Arnold

Bisnis.com, JAKARTA – Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) menilai kesehatan menjadi prioritas utama dan obat untuk menghidupkan kembali (rebooting) ekonomi seperti yang diimbau oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraannya.

“Kita boleh dan bisa reboot [ekonomi], tetapi tetap kesehatan ini akan selalu jadi elemen penting dan prioritas dalam reset ekonomi dan transformasi ekonomi agar pemulihan berjalan dengan baik,” ujar Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Shinta Widjaja Kamdani saat dihubungi Bisnis.com, Jumat (14/8/2020).

Dia menilai bahwa selama ini kebijakan pemerintah dalam pemulihan ekonomi sudah baik, tetapi realisasi ke lapangan selalu menjadi tantangan dari tiap kebijakan.

“Kebijakan pemerintah untuk program pemulihan ekonomi sudah baik. Dan juga, sudah diberikan stimulus yang akan digulirkan nantinya, tetapi memang selama ini permasalahan utama ada di realisasinya. Jadi kebijakan yang baik pun bila realisasinya tidak bisa maksimal akan sulit untuk dirasakan penerima,” ungkapnya.

Namun, dia menyatakan kembali bahwa kesehatan menjadi kunci utama dalam melakukan pemulihan. Hal ini karena ekonomi sedang berhadapan dengan krisis kesehatan.

“Kembali bahwa yang paling penting saat ini pertama memang pengendalian Covid-19, selama wabah ini belum bisa dikendalikan dan vaksin belum ada, pastinya akan sulit buat kami [pengusaha] untuk bisa re-booting ekonomi dengan maksimal,” ujarnya.

Dia menyebutkan bahwa saat ini usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Padat Karya, dan teknologi dan informasi (TI) menjadi tiga sektor yang perlu di prioritaskan pemerintah. Pasalnya, ketiga sektor ini memiiki kesinambungan untuk memutar kembali roda perekonomian.

“Di Indonesia prioritasnya jelas di UMKM, selain itu adalah padat karya karena kita adalah negara dengan populasi besar. Jadi, kalau padat karya tidak didukung akan jadi kendala, diluar itu yang dalam kondisi ini juga penting sektor IT karena digitalisasi jadi pemicu transformasi, tanpa teknologi [ekonomi] tidak bisa jalan. Perlu persiapan infrastruktur [digital] yang memadai. Ini fokus penting,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi kadin
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top