Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Konstruksi Bendungan Tiu Suntuk Senilai Rp1,41 Triliun Ditargetkan Rampung 2023

Bendungan Tiu Suntuk yang berlokasi di Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat ini memiliki kapasitas 55,90 juta m3.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  18:07 WIB
Ilustrasi: Suasana bendungan Rotiklot yang selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Atambua, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/5/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Ilustrasi: Suasana bendungan Rotiklot yang selesai dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Atambua, Nusa Tenggara Timur, Jumat (17/5/2019). - ANTARA/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Bendungan Tiu Suntuk di Kabupaten Sumbawa Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dapat rampung pada 2023. Proyek ini sudah berjalan sejak Januari 2020.

Bendungan yang berada di wilayah Kecamatan Brang Ene ini dibangun dengan kapasitas 55,90 juta m3 untuk menambah jumlah tampungan air di Indonesia, khususnya di NTB sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan bendungan dan irigasi akan terus dilanjutkan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan.

"Biaya pembangunan Bendungan Tiu Suntuk sebesar Rp 1,41 triliun dengan masa pelaksanaan selama 1.415 hari kalender dan ditargetkan selesai Desember 2023. Adapun tipe bendungan berupa urugan random batu dengan elevasi puncak sekitar 97 meter," sebutnya dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Minggu (9/8/2020).

Bendungan Tiu Suntuk dilaksanakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara I Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR dengan luas genangan 337 hektare (ha).

Bendungan ini akan menyuplai air bagi daerah irigasi seluas 1.743 ha, yang mencakup wilayah Kecamatan Taliwang dan Brang Ene di Kabupaten Sumbawa Barat. Kedua kecamatan dinilai memiliki lahan/areal pertanian cukup luas, tetapi sebagian besar sudah mengalami penurunan kinerja karena kekurangan suplai air.

"Bendungan Tiu Suntuk merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) yang dilaksanakan untuk menambah tampungan air sehingga kontinuitas suplai air irigasi ke sawah terjaga," lanjut Basuki.

Keberadaan Bendungan Tiu Suntuk juga akan menambah pasokan air pada sistem irigasi Bendung Kalimantong I yang berada di wilayah hilir. Daerah irigasi Bendung Kalimantong I memiliki luas total 1.368 ha, di mana 46 ha nantinya berasal dari Bendungan Tiu Suntuk.

Kontrak Bendungan Tiu Suntuk terbagi menjadi dua paket pekerjaan. Paket I telah mulai konstruksi sejak 23 Januari 2020, dengan kontraktor PT Nindya Karya (Persero) dan PT Bahagia Bangun Nusa (KSO). Pekerjaannya meliputi persiapan, pekerjaan pengelak, bendungan utama, bangunan pengambil, pekerjaan hidromekanikal dan elektrikal, serta pekerjaan pembangunan fasilitas lainnya.

Saat ini, tengah dikerjakan pembangunan kantor dan barak pekerja di lapangan, pekerjaan galian main dam, dan galian bangunan pengambil. Hingga akhir Juli 2020, secara keseluruhan progres konstruksinya mencapai 7 persen.

Sementara itu, paket II sudah tahap lelang dan menunggu penetapan pemenang lelang.

Selain untuk irigasi, Bendungan Tiu Suntuk juga berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir untuk wilayah yang dilintasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Rea, khususnya Kecamatan Taliwang yang merupakan ibu kota Sumbawa Barat. Tampungan air dari bendungan ini dirancang dapat mereduksi banjir sebesar 426 m3/detik.

Di samping itu, dapat memberikan manfaat untuk penyediaan air baku sebesar 68 liter/detik untuk Sumbawa Barat dan potensi sebagai sumber tenaga listrik sebesar 0,81 MW.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bendungan Kementerian PUPR
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top