Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Syarat Rapid & PCR Test Dihapus? Maskapai Tunggu Pemerintah

Maskapai masih menunggu keputusan pemerintah soal wacana penghapusan rapid test dan PCR test dari syarat naik pesawat.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  16:35 WIB
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah maskapai nasional masih menantikan keputusan pemerintah yang akan menghilangkan rapid dan PCR test sebagai syarat naik pesawat bagi penumpang.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Irfan Setiaputra menegaskan pihaknya masih menanti keputusan pemerintah terkait menghilangkan kewajiban PCR dan Rapid test tersebut.

"Kami tunggu saja keputusannya ya, tentu kami mengikuti protokol yang baru apabila nanti diikuti," paparnya kepada Bisnis.com, Jumat (7/8/2020).

Dia mengklaim Garuda Indonesia terus berperan sangat aktif dan tetap mengedepankan pentingnya upaya agar tidak terjadi proses penyebaran Covid-19 di dalam maskapainya.

Senada, Corporate Communications Strategic of Lion Air Group, Danang Mandala Prihantoro mengatakan belum dapat memberikan keterangan detail terlebih dahulu mengenai wacana yang dicetuskan pemerintah ini.

"Kami menunggu seperti apa nanti informasi terbarunya, Jadi Lion Air Group menjalankan apa yang menjadi ketentuan dari pemerintah, sehubungan dengan jika adanya perubahan aturan persyaratan terbang," urainya.

Pemerintah tengah menyiapkan kebijakan tidak lagi memberlakukan wajib rapid atau pcr test bagi calon penumpang angkutan udara. Aturan ini, masih dibahas oleh pemerintah dalam hal ini Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menekankan terkait rencana ini masih dibahas oleh pihaknya dan belum menemui kata sepakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

maskapai penerbangan Garuda Indonesia lion air
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top