Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerapan PSBB, Belanja Pemerintah Pusat Turun Jadi Minus 6,9 Persen

Turunnya belanja pemerintah merupakan salah satu faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi pada April – Juni 2020 mengalami pertumbuhan negatif yaitu -5,32 persen (year on year/yoy), lebih dalam dari prediksi Kementerian Keuangan di kisaran -5,1% sampai dengan -3,5%.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  19:53 WIB
Febrio Kacaribu
Febrio Kacaribu

Bisnis.com, JAKARTA – Belanja pemerintah, salah satu komponen utama dalam pertumbuhan ekonomi, mengalami kontraksi yang cukup dalam selama kuartal II/2020, terutama pada belanja pemerintah pusat.

Kondisi ini merupakan salah satu faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi pada April – Juni 2020 mengalami pertumbuhan negatif yaitu -5,32 persen (year on year/yoy), lebih dalam dari prediksi Kementerian Keuangan di kisaran -5,1% sampai dengan -3,5%.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengungkapkan pada periode tersebut konsumsi pemerintah terkontraksi -6,9% (yoy) akibat penurunan realisasi belanja pemerintah pusat.

Untuk pertumbuhan belanja pegawai pemerintah mengalami kontraksi menjadi -11,1% yaitu akibat penurunan belanja THR. Sedangkan untuk belanja barang, tercatat kontraksi -21,1%.

“Kontraksi belanja pemerintah ini akibat diterapkannya bekerja dari rumah dan PSBB yang menyebabkan belanja perjalanan dan aktivitas pemerintah menurun tajam,” kata Febrio seperti dikutip dari keterangan resmi, Rabu (5/8/2020).

Di sisi lain, lanjut Febrio, program pemulihan ekonomi nasional masih dalam tahap awal pelaksanaan sehingga belum dapat mengkompensasi penurunan belanja pemerintah.

“Namun belanja bantuan sosial tumbuh sangat tinggi hingga 55,9% di kuartal II yang didiharapkan akan memperbaiki konsumsi pada kuartal selanjutnya.”

Selain belanja pemerintah, pelemahan di sisi pengeluaran juga terjadi pada seluruh komponen termasuk konsumsi rumah tangga yang minus 5,5 persen dan investasi minus 8,6%.

Konsumsi rumah tangga mencatat penurunan yang lebih dalam dari proyeksi terutama diakibatkan adanya penurunan mobilitas masyarakat seiring penerapan PSBB serta karena adanya larangan mudik saat masa lebaran guna menangani pandemi Covid-19.

“Hal ini tercermin dari penurunan tajam pada komponen belanja masyarakat terkait pakaian -5,1%, transportasi dan komunikasi - 15,3%, serta belanja rekreasi -16,5%. Sementara itu, untuk konsumsi dasar seperti konsumsi makanan-minuman (non-restoran) hanya mengalami penurunan tipis,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi pns belanja pemerintah thr
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top