Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PDB Minus 5,32 Persen, Sri Mulyani: Stabilitas Keuangan Tetap Baik

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menuturkan realisasi pertumbuhan kuartal II/2020 yang mengalami kontraksi 5,32 persen jauh lebih jauh lebih rendah dibanding tahun lalu dimana Indonesia pertumbuhan 5,05 persen.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  16:55 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan sambutan saat peluncuran progam penjaminan pemerintah kepada padat karya dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional di Jakarta, Rabu (29/7 - 2020). Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengatakan stabilitas sistem keuangan tetap baik, meski penyebaran virus Corona (Covid-19) masih tinggi.

Hal itu merupakan hasil rapat atau assessment KSSK ketiga yang berlangsung pada tahun ini.

"Stabilitas keuangan tetap baik, meski penyebaran Covid-19 masih tinggi. Pandemi mengakibatkan pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi. Kontraksi dan koreksi mulai terlihat pada kuartal II," katanya saat konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Dia menuturkan realisasi pertumbuhan kuartal II/2020 yang mengalami kontraksi 5,32 persen jauh lebih jauh lebih rendah dibanding tahun lalu dimana Indonesia pertumbuhan 5,05 persen.

Menurutnya, kegiatan ekonomi mengalami penurunan cukup tajam pada April-Mei 2020.

"Namun, kami melihat Juni ada perbaikan atau pembalikan tren. Kami berharap ini dapat dijaga pada kuartal III," ungkapnya.

Sri Mulyani menuturkan penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berjalan meluas akhir Maret ternyata mempengaruhi kondisi perekonomian pada periode April-Mei sehingga terjadi kontraksi secara sangat dalam.

Untuk itu, otoritas fiskal dan moneter menerapkan langkah-langkah kebijakan dengan memperhatikan dinamika ekonomi dan dampak terhadap stabilitas sistem keuangan.

Selain melihat data, Ani mengatakan KSSK juga mendesain kebijakan untuk meminimalkan dampak negatif Covid-19 terhadap ekonomi dan sektor keuangan.

"Jika diperlukan, kami juga lakukan perubahan kebijakan," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia berdasarkan harga konstan pada kuartal II/2020 sebesar Rp2.589,6 triliun.

Jika dibandingkan dengan kuartal I/2020, maka ekonomi Indonesia mengalami kontraksi -4,19 persen. Sementara itu, kumulatifnya pada semester I/2020 mencapai 1,26 persen.

Menurut Suhariyanto, efek domino Covid-19 di mulai dari masalah kesehatan hingga merembet ke masalah sosial dan ekonomi.

"Ini bukan persoalan gampang. Kita bisa melihat negara pada triwulan kedua mengalami kontraksi," ungkap Suhariyanto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pertumbuhan Ekonomi pdb sri mulyani
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top