Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wamenkeu: Jangan Ramai Soal Label Resesi!

Wamenkeu mengatakan kondisi perekonomian yang turun memang tidak bisa dihindari. Namun, hal ini merupakan konsekuensi dari sejumlah kebijakan untuk menangani pandemi Covid-19.
Edi Suwiknyo
Edi Suwiknyo - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  17:12 WIB
Wakil Menteri Keuangan sekaligus Pejabat Baru Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ex-officio Kemenkeu Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan seusai pelantikan jabatan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ex-officio Kemenkeu di Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Wakil Menteri Keuangan sekaligus Pejabat Baru Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ex-officio Kemenkeu Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan seusai pelantikan jabatan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ex-officio Kemenkeu di Mahkamah Agung, Jakarta, Senin (13/1/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan bahwa isu resesi yang sekarang ramai dibicarakan hanya label yang sebenarnya sedang ditangani oleh pemerintah saat ini.

Suahasil menyebut kondisi perekonomian yang turun memang tidak bisa dihindari. Namun, hal ini merupakan konsekuensi dari sejumlah kebijakan untuk menangani pandemi Covid-19.

"Kami melakukan semua adjustment, tetapi label-label resesi enggak menolong sama sekali," kata Suahasil, Selasa (4/8/2020).

Suahasil menambahkan bahwa secara teori resesi terjadi jika dalam dua kuartal perekonomian mengalami pertumbuhan negatif. Pemerintah menurut Suahasil juga telah mengeluarkan sejumlah stimulus supaya pada kuartal-kuartal selanjutnya ekonomi tidak terkontraksi atau negatif.

Otoritas fiskal juga berharap sejumlah sektor perekonomian yakni konsumsi, investasi, dan belanja pemerintah bisa membaik. Sehingga tren perekonomian pada kuartal-kuartal selanjutnya bisa tumbuh positif atau lebih baik dari kuartal II/2020.

Dengan demikian, mantan kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) ini tidak menampik bahwa ekonomi pada kuartal II akan negatif.

"Kalaupun kuartal III nanti negatif, tapi jangan dilihat labelnya, tetapi trennya, artinya tren kuartal III harus lebih baik dibandingkan kuartal II," tukasnya

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wamenkeu resesi ekonomi indonesia
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top