Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angkutan Udara di Sumsel 'Bernapas' Kembali

Tercatat ada kenaikan jumlah penumpang yang datang ke Bumi Sriwijaya pada bulan Juni 2020.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 03 Agustus 2020  |  19:09 WIB
Petugas Kantor Pelabuhan Palembang memeriksa suhu tubuh penumpang di Bandara SMB II Palembang dengan menggunakan thermal scanner. - Bisnis/Dinda Wulandari
Petugas Kantor Pelabuhan Palembang memeriksa suhu tubuh penumpang di Bandara SMB II Palembang dengan menggunakan thermal scanner. - Bisnis/Dinda Wulandari

Bisnis.com, PALEMBANG – Sektor transportasi angkutan udara di Sumatra Selatan terpantau "bernapas" kembali. Tercatat ada kenaikan jumlah penumpang yang datang ke Bumi Sriwijaya pada bulan Juni 2020.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, peningkatan jumlah penumpang tersebut terjadi untuk sektor domestik. Angkanya melejit 797,11 persen (month to month) dari 1.382 pada Mei 2020 menjadi 12.398 penumpang pada Juni 2020.

Kepala BPS Sumsel Endang Tri Wahyuningsih mengatakan pihaknya menghitung kedatangan penumpang di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

“Bandara SMB II merupakan pintu gerbang udara wisata yang penting di kawasan Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel),” ujarnya, Senin (3/8/2020).

Endang mengatakan mulai ramainya jumlah penumpang itu tidak berlaku untuk penerbangan internasional. Pasalnya, penerbangan internasional masih ditutup hingga saat ini.

Sementara itu, GM Bandara SMB II PT Angkasa Pura II (Persero), Fahrurozi, mengatakan tren peningkatan jumlah penumpang memang telah terjadi sejak Juni 2020 dan mengalami puncaknya pada akhir Juli 2020.

“Pada 30 Juli 2020 atau H-1 Iduladha, jumlah penumpang mencapai 3.038, ini tertinggi sejak pandemi Covid-19,” katanya saat dihubungi Bisnis.

Fahrurozi menjelaskan selama bulan Juli jumlah penumpang di Bandara SMB II sudah mencapai rata-rata 1.800 penumpang per hari. 

Menurut dia, kenaikan ini juga dipengaruhi perubahan aturan hasil rapid test dari semula 3 hari menjadi 14 hari pada awal Juli 2020. 

Namun demikian, kata dia, angka penumpang saat ini tentu masih jauh di bawah tren sebelum adanya Covid-19.

“Sehari bisa 15.000 penumpang sebelum adanya pandemi Covid-19 dengan jumlah penerbangan sampai 110-120 pergerakan. Sekarang masih 37 pergerakan,” ujarnya.

Fahrurozi memastikan pengelola bandara konsisten menerapkan protokol kesehatan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang. 

“Petugas AP II selalu cek kesehatan secara berkala, setiap minggu, sebagai antisipasi dan pencegahan Covid-19,” kata Fahrurozi.

Terkait penerbangan internasional, pihaknya belum bisa memastikan kapan maskapai mancanegara kembali mengangkut penumpang ke Bandara SMB II.

Fahrurozi memaparkan terdapat 2 maskapai, yakni AirAsia dan Scoot yang melayani penerbangan internasional rute Singapura dan Malaysia di Bandara SMB II.

“Sebelumnya ada indikasi AirAsia mau buka pada Agustus 2020 namun tidak jadi, mereka masih lihat kondisi di luar maupun dalam negeri,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerbangan sumsel
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top