Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ingin Harga Gas Kompetitif, PGN Genjot Efisiensi Internal

PGN sedang menggenjot efisiensi di internal perseroan untuk bisa menetapkan harga gas yang kompetitif kepada masyarakat agar beralih dari penggunaan bahan bakar minyak.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  10:47 WIB
 Warga beraktivitas di sekitar sambungan gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan Depok, Jawa Barat. Bisnis - Arief Hermawan P
Warga beraktivitas di sekitar sambungan gas milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di kawasan Depok, Jawa Barat. Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk. tengah menggenjot efisiensi di internal perseroan guna memberikan harga gas yang lebih kompetitif untuk masyarakat.

Komisaris Utama PGN Arcandra Tahar menjelaskan untuk menumbuhkan minat pasar untuk menggunakan gas bumi, jalan satu-satunya yang bisa ditempuh perseroan adalah efisiensi. Harapannya, dengan memberikan harga yang kompetitif, masyarakat yang semula menggunakan bahan bakar minyak (BBM), bisa beralih menggunakan gas dan menjadi pangsa pasar baru.

"Berapa banyak yang mau beralih ke gas? Tergantung berapa kompetitif harganya, bagaimana caranya? Maka PGN harus berbenah diri untuk efisiensi," katanya dalam paparan pada Rabu (29/7/2020) malam.

Dia menambahkan terdapat tiga hal penting yang sedang dibenahi PGN agar bisa bergerak lebih efisien sehingga biaya-biaya operasional bisa ditekan.

Pihaknya tengah berbenah dari sisi teknologi, perbaikan sistem, serta perbaikan dari sisi sumber daya manusia. Dari situ, salah satu efisiensi yang dilahirkan adalah pada proyek pembangunan pipa minyak Blok Rokan yang menghemat biaya belanja modal senilai US$150 juta dari semulanya US$450 juta.

"Nah, sewaktu itu dievaluasi oleh kami di komisaris sejak Januari meeting intens untuk melihat apakah desain teknologi, procurement dari bahan dasar yang digunakan, sekitar 2 bulan lalu PGN berahasil mengefisiensikan ini menjadi US$300 juta dolar," ungkapnya.

Ke depannya, kata dia, terdapat beberapa proyek yang sedang diupayakan untuk bisa lebih efiesien, salah satunya adalah beberapa Floating Storage Regasification Unit (FSRU) akan dilakukan efisiensi dari sisi tekhnologi.

“Proyek terminal LNG Teluk Lamong Jawa Timur bagian yang sedang kita efisiensikan,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gas PGN
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top