Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BTN Sebut Permintaan Rumah Masih Tinggi

BTN menuturkan tingkat permintaan kebutuhan akan rumah ternyata tidak surut kendati perkonomian sedang menurun akibat pandemi Covid-19.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 29 Juli 2020  |  16:58 WIB
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. Pahala Nugraha Mansuri memberikan penjelasan mengenai perkembangan kinerja perusahaan saat kunjungan ke kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bank plat merah tersebut akan tetap fokus pada sektor kredit kepemilikan rumah (KPR) ke depan. Bisnis - Dedi Gunawan
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk. Pahala Nugraha Mansuri memberikan penjelasan mengenai perkembangan kinerja perusahaan saat kunjungan ke kantor redaksi Bisnis Indonesia di Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bank plat merah tersebut akan tetap fokus pada sektor kredit kepemilikan rumah (KPR) ke depan. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah pandemi Covid-19, permintaan kebutuhan perumahan tetap ada karena fungsi rumah saat ini bukan hanya sebagai tempat tinggal belaka.

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Pahala N. Mansury mengatakan pengaruh pandemi Covid-19 ini berdampak pada menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jumlah dari masyarakat yang terinfeksi terus meningkat, dilaksanakan PSBB bulan Maret sampai akhir Juni lalu mengalami pelandaian. Namun beberapa hari lalu, yang terkena Covid-19 meningkat," ujarnya dalam acara Webinar BTN, Rabu (29/7/2020).

Pandemi Covid-19 berdampak pada menurunnya kegiatan ekonomi, salah satunya sektor perumahan atau real estate dimana pada kuartal I/2020 mengalami perlambatan pertumbuhan yang hanya 3,83 persen dari kuartal I/2019 yang mencapai 5,4 persen.

Sektor perumahan dapat menjadi salah satu andalan untuk bisa menggerakan sektor yang lainnya. Adanya pandemi Covid-19 mengingatkan pentingnya perumahan menjadi penting sebagai tempat bekerja.

Pahala menuturkan bank BTN memiliki kuota sebesar 30.966 unit dan telah terserap seluruhnya pada Maret 2020. Bank BTN menyalurkan kuota SSB sebanyak 346.000 unit.

Bank BTN berkontribusi utama program sejuta rumah pemerintah dimana dari realisasi sejuta rumah nasional 1,2 juta unit, BTN berkontribusi 60 persen atau sebanyak 736.000 unit.

"Market share KPR khususnya segmen BTN mencapai 39 persen, dan KPR subsidi pangsa pasar capai 89 persen," ucapnya.

Pihaknya juga melaksanakan tugas dalam program pemulihan ekonomi nasional melalui stimulus pada sektor perumahan dengan menyalurkan kuota SSB sebanyak 146.000 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

btn properti
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top