Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suplai Benih Besertifikat Seret, Kalbar Butuh Banyak

Pembangunan perkebunan di Kalbar yang menjadi prioritas saat ini di antaranya kelapa sawit, kelapa dalam, kopi, lada, kakao.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  12:48 WIB
Kebun lada di Puring Kencana, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. - Antara
Kebun lada di Puring Kencana, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. - Antara

Bisnis.com, PONTIANAK — Dinas Perkebunan Kalimantan Barat menyatakan bahwa ketersediaan benih besertifikat dan lulus pengawasan masih menjadi tantangan dalam pengembangan perkebunan di Kalimantan Barat saat ini.

"Khusus untuk memenuhi kebutuhan program pemerintah terutama pengadaan benih atau bibit untuk tanaman perkebunan masih sulit. Pemenuhan kuota dalam program terkait benih tidak terpenuhi. Nah, itu tentu menjadi tantangan kami dan di sisi lainnya sebagai peluang bagi penangkar benih," ujar Kepala Dinas Perkebunan Kalbar Heronimus Hero pada Forum Koordinasi Perbenihan Tanaman Perkebunan 2020, Selasa (28/7/2020).

Hero menjelaskan bahwa persoalan ini harus dicarikan solusi Bersama karena kesinambungan antara program pengadaan benih oleh pemerintah dan pembenihan oleh penangkar sangat penting.

"Jadi, kami akan bersinergi dan membuat ada kesinambungan antara program dan produksi benih dari penangkar.”

Dari sisi pemerintah, saat ini memang tidak ada unit pelaksana teknis (UPT) perbenihan untuk tanaman sektor perkebunan. Berbeda dengan tanaman pangan dan hortikultura, UPT perbenihan sudah ada di Kalbar.

"UPT perbenihan perkebunan sebenarnya sangat penting sebagai penyangga program pemerintah. Saat ini kan hanya mengandalkan penangkar. Itu kewalahan dan terkendala banyak hal. Yang jelas perbenihan perkebunan memang lebih sulit dari sektor lainnya. Regulasi perlu disederhanakan namun tetap tidak mempengaruhi kualitas benih," katanya.

Pembangunan perkebunan di Kalbar yang menjadi prioritas saat ini di antaranya kelapa sawit, kelapa dalam, kopi, lada, kakao.

Adapun, kebutuhan benih di Kalbar tahun ini untuk sawit program perkebunan rakyat sebanyak 1,13 juta batang, karet 258.000 batang, lada 410.000 batang, kopi robusta 72.000 batang, dan kelapa dalam unggul 19.500 batang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

benih kalbar

Sumber : Antara

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top