Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengembang Disarankan Fokus Jual Properti di Bawah Rp1 Miliar

Sektor properti dahulu memiliki siklus. Ketika BI 7-Day Repo Rate rendah, maka penjualan properti akan naik, begitu pun sebaliknya.
Yanita Petriella
Yanita Petriella - Bisnis.com 28 Juli 2020  |  15:44 WIB
Foto udara perumahan di Kawasan Ciwastra, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Bisnis - Rachman
Foto udara perumahan di Kawasan Ciwastra, Bandung, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Bisnis - Rachman

Bisnis.com, JAKARTA — Para pengembang properti diminta supaya berfokus menjual properti di bawah Rp1 miliar di tengah pandemi Covid-19.

Founder Panangian School of Property Panangian Simanungkalit mengatakan bahwa 2020 menjadi tahun yang berat bagi sektor properti.

Menurutnya, sektor properti dahulu memiliki siklus. Ketika BI 7-Day Repo Rate rendah, maka penjualan properti akan naik. Sebaliknya, ketika BI 7-DDR tinggi, maka penjualan properti akan turun.

"Tahun 2015 memang pasar menurun sampai 2019. Dengan turunnya BI [7-DR] Rate pada 2019 itu diharapkan pasar properti akan naik pada 2020. Namun, terjadi pandemi Covid-19 bulan Maret, properti itu sedikit tertunda pemulihannya," ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Selasa (28/7/2020).

Panangian menuturkan bahwa pada kuartal I tahun ini kondisi properti masih normal. Namun, pada kuartal II ketika mulai berlakunya pembatasan sosial berskala besar membuat masyarakat tak berani keluar rumah sehingga pengembang masih mencoba berjualan melalui daring atau online.

Hal itu tentu berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan tentu sektor properti yang juga memgalami penurunan secara signifikan yakni sebesar 50 persen.

Panangian menilai salah satu cara agar aliran kas tetap lancar pengembang disarankan agar fokus dengan penjualan properti baik apartemen, rumah, town house, ruko dan lainnya di bawah harga Rp1 miliar.

"Lupakan yang properti Rp2 miliar. Makin rendah Rp1 miliar, misalnya, Rp500 juta, Rp300 juta, Rp700 juta ini pasar yang tersisa. Dua kali BI [7-DR] Rate turun, [bunga] deposito rendah ketimbang inflasi, ini saatnya menarik uang dari bank untuk berbelanja properti. Konsumen juga harus hati-hati untuk memilih properti agar tak kendala kredit macet," tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BI Rate harga properti
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top