Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemenkeu Bakal Terbitkan SBN Rp900 Triliun di Paruh Kedua, Ini Rinciannya

Penerbitan SBN pada semester kedua tahun ini akan lebih difokuskan di dalam negeri dibandingkan dengan menerbitkan SBN global.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  16:56 WIB
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo
Pialang memperhatikan Yield SUN Indonesia - Antara/Prasetyo Utomo

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Keuangan akan merealisasikan sisa penerbitan surat berharga negara (SBN) senilai Rp900,4 triliun pada semester kedua tahun ini.

"Kami telah menerbitkan kurang lebih Rp630 triliun, jadi sisa semester II masih harus diterbitkan Rp900,4 triliun," kata Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman, Jumat (24/7/2020).

Luky menjelaskan, penerbitan SBN pada semester kedua tahun ini akan lebih difokuskan di dalam negeri dibandingkan dengan menerbitkan SBN global.

Kementerian Keuangan mencatat, realiasi penerbitan SBN dalam valuta asing (valas) pada semester I/2020 mencapai Rp145,7 triliun.

Pada awal Juli 2020, pemerintah pun telah merealisasikan samurai bond senilai Rp13,5 triliun. Lucky mengatakan, samurai bond mendapat respons yang positif dari investor Jepang, meski saat ini pasar keuangan tengah menghadapi tekanan volatilitas dan ketidakpastian yang tinggi.

Luky melanjutkan, penerbitkan SBN senilai Rp397,56 triliun akan dilakukan melalui skema private placement, yang akan diserap seluruhnya oleh Bank Indonesia berdasarkan kesepakatan burden sharing sesuai surat keputusan bersama (SKB) kedua antara Kemenkeu dan BI.

Penerbitan SBN tersebut akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan riil pembiayaan dengan tenor 5 dan 8 tahun.

"Dengan pembelian SBN ke BI melalui private placement sebesar Rp397,56 triliun, supply SBN ke market di semester II sekitar Rp453 triliun," katanya.

Di samping itu, pemerintah akan menerbitkan SBN ritel yang jumlahnya sebesar Rp35 hingga Rp40 triliun. "Sisanya lelang SBN direncanakan rata-rata Rp35-Rp40 triliun per 2 minggu," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sbn kemenkeu surat berharga
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top