Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KABAR PASAR: Peluru Baru Pacu Ekspor, Grup Pertamina Catat Rapor Merah

Berita mengenai strategi baru Indonesia memacu kinerja ekspor dan produksi migas semester I/2020, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (24/7/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  07:40 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kiri) meninjau ujicoba D-100 di Kilang Dumai. Istimewa - Pertamina
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati (kiri) meninjau ujicoba D-100 di Kilang Dumai. Istimewa - Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai strategi baru Indonesia memacu kinerja ekspor dan produksi migas semester I/2020, antara lain, menjadi sorotan edisi harian Bisnis Indonesia, Jumat (24/7/2020).

Berikut beberapa perincian topik utamanya:

Peluru Baru Pacu Ekspor. Indonesia siap menjalankan strategi baru dalam memacu kinerja ekspor di tengah pandemi Covid-19. Strategi baru dengan konsep seller market products itu mencakup 10 produk yang dinilai laris manis di pasar internasional dengan pangsa pasar di atas 12%.

OJK Revisi Target Kredit. Otoritas Jasa Keuangan akhirnya menurunkan proyeksi pertumbuhan kredit industri perbankan hingga akhir tahun ini, setelah mempertimbangkan capaian kinerja perbankan hingga semester pertama yang cukup tertekan.

Relaksasi Khusus Demi Pacu Ekspor. Operator pelabuhan utama di Indonesia memberikan sejumlah relaksasi hingga diskon jasa kepelabuhanan kepada pemilik barang untuk mestimulus perekonomian serta mendorong kegiatan ekspor impor.

Bertaruh Pada Jurus Baru. Kejituan Kementerian Perdagangan dalam menggawangi strategi baru Export Seller Market Products bakal menjadi pertaruhan besar bagi pelaku industri di Indonesia yang tengah berjibaku memulihkan kinerja ekspor nonmigas.

Aktivitas Luar Rumah Dibatasi. Jumlah kasus positif Covid-19 Jawa Timur masih menduduki posisi tertinggi secara nasional. Kota Surabaya membatasi aktivitas masyarakat dengan menerapkan jam malam guna menekan penularan wabah Covid-19.

Awas, Bom Waktu Pajak SDA! Tingginya ketergantungan pemerintah terhadap penerimaan pajak di sektor sumber daya alam (SDA) bisa menjadi bom waktu seiring dengan masih suramnya prospek komoditas akibat pandemi Covid-19.

Ekspor Terkoreksi, Korsel Resesi. Ekonomi Korea Selatan tergelincir ke dalam resesi setelah produk domestik bruto jatuh kembali pada kuartal II/2020. Pandemi virus corona membuat ekspor anjlok dan memaksa pebisnis memangkas investasi.

Ant Group, Si 'Semut' Yang Mengincar IPO Raksasa. Ant Group bakal melakukan initial public offering (IPO) di bursa Shanghai dan Hong Kong. Bagaimana sejarah perusahaan ini hingga menjadi penyedia layanan finansial raksasa di China?

Grup Pertamina Catat Rapor Merah. Kinerja sejumlah anak usaha PT Pertamina (Persero) yang menjadi operator di beberapa blok migas mencatatkan nilai merah karena tidak mencapai target yang telah ditetapkan.

Klaim Covid-19 Mengucur. Sejumlah perusahaan asuransi jiwa telah membayarkan klaim terkait dengan Covid-19 selama penyebaran pandemi tersebut di Indonesia. Namun demikian, klaim secara keseluruhan menurun karena masyarakat cenderung ragu untuk berobat selama pandemi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekspor pertamina migas
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top