Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Cuma Korsel, Ini Daftar Negara Maju yang Alami Resesi Akibat Covid-19

Masuknya Korsel ke dalam zona resesi, semakin menambah daftar negara-negara maju yang perekonomiannya terpuruk akibat wabah pandemi virus Corona (Covid-19). Resesi tidak hanya dialami oleh negara Asia, tetapi negara-negara maju yang berada di kawasan Eropa.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  16:18 WIB
Polisi militer Angkatan Darat AS berpatroli di jalan di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (9/5/2020) malam, ketika gelombang kedua infeksi virus corona berpotensi muncul, terkait dengan aktivitas kelab malam malam. - Bloomberg
Polisi militer Angkatan Darat AS berpatroli di jalan di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu (9/5/2020) malam, ketika gelombang kedua infeksi virus corona berpotensi muncul, terkait dengan aktivitas kelab malam malam. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Perekonomian Korea Selatan pada kuartal II/2020 mengalami kontraksi hingga 2,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (yoy). Hal tersebut merupakan penurunan paling tajam sejak krisis melanda Negeri Ginseng pada 1997-1998 silam.

Mengacu pada data Bank of Korea (BOK), ekonomi Korsel ada kuartal I/2020 mengalami kontraksi 3,3 persen. Jika mengacu pada teknikal, maka Korsel sudah memasuki periode resesi karena perlambatan ekonomi dua kuartal berturut-turut.

Masuknya Korsel ke dalam zona resesi, semakin menambah daftar negara-negara maju yang perekonomiannya terpuruk akibat wabah pandemi virus Corona (Covid-19). Resesi tidak hanya dialami oleh negara Asia, tetapi negara-negara maju yang berada di kawasan Eropa. Berikut daftar sejumlah negara yang telah terperosok ke dalam jurang resesi pada tahun ini.

1. Singapura

Ekonomi Singapura terjerumus ke dalam resesi pada kuartal lalu akibat dampak circuit breaker atau pembatasan sosial terhadap bisnis dan pengeluaran ritel.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis Selasa (14/7/2020), Departemen Perdagangan dan Industri Singapura melaporkan produksi domestik bruto (PDB) terkontraksi 41,2 persen pada kuartal II/2020 dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Capaian tersebut merupakan kontraksi terbesar secara kuartalan dalam sejarah pencatatan. Realisasi itu juga lebih buruk dari median survei Bloomberg untuk kontraksi sebesar 35,9 persen.

Kemerosotan yang semakin dalam mencerminkan dampak yang dialami ekonomi Singapura di tengah pandemi Covid-19. Penurunan dalam perdagangan global telah memukul industri manufaktur yang bergantung pada ekspor. Sementara itu, peritel mengalami rekor penurunan penjualan sepanjang sejarah.

2. Hong Kong

Berbeda dengan Singapura dan Korsel, Hong Kong sudah mencicipi pahitnya pil resesi pada akhir 2019. Pemerintah Hong Kong mengonfirmasi bahwa negara tersebut memasuki resesi setelah terjadi gelombang protes warga sipil terhadap UU Keamanan yang ditetapkan oleh pemerintah China.

Ekonomi Hong Kong mengalami kontraksi hingga 3,2 persen pada kuartal III/2019 atau periode Juli-Sepetember jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (q-to-q). Resesi tersebut terjadi pertama kali sejak satu dekade atau periode krisis ekonomi 2009.

Berdasarkan data Departemen Statistik dan Sensus Hong Kong, ekonomi wilayah ini terkontraksi 8,9 persen pada kuartal awal tahun ini akibat krisis politik dan wabah Covid-19.

3. Jepang

Kabinet Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akan mengumumkan bahwa Jepang akan memasuki resesi fase resesi yang lebih dalam. Dikutip The Asahi Shimbun, rilis data ekonomi tersebut bakal mengakhiri ekspansi yang berlangsung selama 71 bulan, tetapi tidak akan memecahkan rekor resesi pascaperang dunia II.

Ekonomi terbesar ketiga dunia itu menyusut 2,2 persen tahunan pada Januari-Maret. Data yang direvisi mengkonfirmasi Jepang telah tergelincir ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam 4,5 tahun terakhir. Jepang alami kontraksi 7,2 persen pada Oktober-Desember lantaran tertekan oleh kenaikan pajak penjualan tahun lalu dan perang dagang antara AS-China.

4. Prancis

Dilansir dari Trading Economics, ekonomi Perancis terkontraksi 5,3 persen pada kuartal I/2020. Prancis memasuki fase resesi teknis setelah pada kuartal IV/2019 mencatat kontraksi sebesar 0,1 persen.

Menteri Keuangan Perancis Bruno Le Maire mengatakan ekonomi negara tersebut bakal anjlok hingga 11 persen, atau lebih buruk dari prediksi sebesar 8 persen, hingga akhir 2020. Dikutip dari Bloomberg, kebijakan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus Corona (Covid-19) telah menghancurkan kegiatan perekonomian masyarakat.

5. Jerman

Jerman resmi masuk jurang resesi sejak kuartal I/2020. Hal tersebut dipicu oleh anjloknya permintaan global, gangguang pasokan, perubahan perilaku konsumen dan ketidakpastian di kalangan investor akibat pandemi virus corona.

Kantor Statistik Federal mencatat perekonomian Jerman terkontraksi 2,2 persen di kuartal I/2020 dibandingkan kuartal sebelumnya. Adapun, pada kuartal IV/2019, ekonomi kontraksi 0,1 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

resesi Virus Corona
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top