Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Jaga Jarak Belum Optimal, Lion Air Ungkap Alasannya

Lion Air Group mengungkapkan sejumlah alasan terkait dengan kebijakan jaga jarak yang kerap dinilai belum optimal.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  21:32 WIB
Jaga Jarak Belum Optimal, Lion Air Ungkap Alasannya
Sejumlah pesawat terpakir di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (24/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Lion Air Group mengakui belum optimalnya pengaturan jaga jarak atau physical distancing di sejumlah rute penerbangan seperti Surabaya akibat tingkat okupansi maskapai yang mencapai batas maksimal.

Corporate Communication Strategic Lion Air Group Danang Mandala tak menampik dalam penerbangan tertentu kemungkinan jumlah tingkat keterisian penumpang (seat load factor/SLF) akan sesuai dengan kapasitas pesawat udara yang dioperasikan. Alhasil, penerapan jaga jarak physical distancing atau jaga jarak pada kabin belum maksimal.

Danang menyebutkan hal tersebut dengan mempertimbangkan untuk mengakomodir kebutuhan perjalanan udara para tamu atau penumpang. Selain itu, pembelian tiket secara tiba-tiba yang disebabkan suatu tingkat kepentingan dari tamu atau penumpang yang (urgent).

Selanjutnya juga dikarenakan pembukuan pada periode pemesanan sebelumnya, terutama dari tamu atau penumpang yang telah membeli tiket jauh hari. Selain itu juga perubahan periode perjalanan (reschedule) dari beberapa tamu atau penumpang dikarenakan kebutuhan mendesak.

"Perjalanan grup dari keluarga atau rombongan tertentu [group booking] yang menginginkan dalam satu penerbangan dengan duduk berdekatan [satu baris], pengalihan penerbangan [transfer flight] dari penerbangan lain yang disebabkan pembatalan atau operasional lainnya," jelasnya, Selasa (21/7/2020).

Sebelumnya Lion Air Group kerap mendapatkan keluhan dari masyarakat karena terlihat kabin pesawat yang penuh dengan penumpang, terutama di bagian depan. Baris bangku tiga-tiga terisi penuh. Sementara di bagian belakang terlihat masih kosong.

Pasalnya Lion Air Group dinilai tidak memperhatikan protokol kesehatan Covid-19 dan membahayakan penumpang. Penumpang merasa tidak aman kendati sudah melakukan rapid test karena protokol kesehatannya tidak ketat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lion air maskapai penerbangan
Editor : Rio Sandy Pradana

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top