Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dampak Pandemi, Beban Kontraktor Meningkat

Wakil Sekjen II Gapensi Errika Ferdinata menjelaskan pihaknya tidak menyangka pandemi akibat virus Corona ini bakal sangat parah terhadap dunia usaha, termasuk bisnis para kontraktor.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  17:07 WIB
Aktifitas pembangunan gedung apartemen di Jakarta, Sabtu (6/6/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Aktifitas pembangunan gedung apartemen di Jakarta, Sabtu (6/6/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) menyatakan pandemi Covid-19 telah berdampak pada meningkatnya beban para kontraktor, karena harus menyesuaikan operasional dengan standar yang telah ditetapkan.

Wakil Sekjen II Gapensi Errika Ferdinata menjelaskan pihaknya tidak menyangka pandemi akibat virus Corona ini bakal sangat parah terhadap dunia usaha, termasuk bisnis para kontraktor.

"Kami gak menyangka pandemi bakal berdampak pada bisnis termasuk kontraktor sampai separah ini, salah satunya banyak SOP yang harus diperbaiki," ujarnya kepada Bisnis, Senin (20/7/2020).

Salah satu Standar Operasional Prosedur yang perlu disesuaikan para kontraktor misalnya memperbarui aturan penggunaan masker bagi pada karyawan di lingkungan kerja.

Kemudian barak pekerja juga harus diperbarui dan memenuhi standar kesehatan. Sehingga bila sebelumnya satu barak kini sudah tidak memadai untuk digunakan seperti masa sebelum pandemi, karena itu kontraktor harus mengeluarkan biaya tambahan untuk memenuhi berbagai kebutuhan tersebut.

Akibatnya banyak kontraktor yang mulai tidak sanggup, dan memilih untuk vakum atau berhenti sementara waktu sampai kondisi kembali membaik.

"Tapi biaya operasional tetap berjalan, ini yang membuat beban kontraktor semakin berat di tengah berkurangnya jumlah proyek yang ditawarkan pemerintah maupun swasta," ujarnya.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melakukan realokasi anggaran sehingga pagu anggaran tahun ini berkurang Rp44,58 triliun. Hal ini juga berdampak pada tertundanya sejumlah proyek.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa berdasarkan Inpres No. 4 Tahun 2020 tentang Refocussing Kegiatan, Realokasi Anggaran, serta Pengadaan Barang dan Jasa dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19, PUPR melaksanakan realokasi program dan anggaran Tahun Anggaran (TA) 2020 yang berasal dari beberapa sumber.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gapensi kontraktor Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top