Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dari PMN hingga Pencairan Utang, Ini Hasil Rapat Komisi IV DPR dengan Erick Thohir

Jumlah pengajuan penyertaan modal negara (PMN) yang disepakati mencapai Rp23,65 triliun. Rapat juga menyetujui pembayaran utang pemerintah ke BUMN sebesar Rp116 triliun.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  17:54 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir (dari kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri BUMN Erick Thohir (dari kiri) didampingi Wakil Menteri BUMN II Kartiko Wiroatmojo dan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (2/12/2019). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA — Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyetujui pengajuan penambahan penyertaan modal negara (PMN) tahun anggaran 2020.Komisi VI DPR juga memberikan lampu hijau untuk pencairan utang pemerintah serta pinjaman dana pemerintah ke BUMN.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri BUMN dan jajarannya yang dilaksanakan pada Rabu (15/7/2020). 

“Komisi VI DPR INI menyetujui besaran yang terkait dengan penyertaan modal negara tahun 2020 sejumlah 23,65 triliun rupiah. Setuju ya,” ujar Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima dalam rapat yang disiarkan secara langsung tersebut, Rabu (15/7/2020).

Jumlah PMN yang disetujui Komisi VI DPR tersebar untuk tujuh BUMN. Rincian PMN sebagai berikut :

  • PT Hutama Karya (Rp7,5 triliun)
  • PT Permodalan Nasional Madani (Rp1,5 triliun)
  • PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Rp500 miliar)
  • PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Rp6 triliun)
  • PT Perkebunan Nusantara III (Rp4 triliun)
  • Perum Perumnas (Rp650 miliar)
  • PT KAI (Rp3,5 triliun).

Selain itu, Komisi VI menyetujui usulan besaran pencairan utang negara ke BUMN dengan jumlah total penagihan sekitar Rp116 triliun. Pencairan utang pemerintah ke BUMN disepakati sebagai berikut :

  • PT Hutama Karya (Rp1,88 triliun)
  • PT Wijaya Karya (Rp59,91 miliar)
  • PT Waskita Karya (Rp8,94 triliun)
  • PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (Rp5,02 triliun)
  • PT KAI (Rp257,88 miliar)
  • PT Pupuk Indonesia (Rp5,75 triliun) 
  • Perum Bulog (Rp566,36 miliar)
  • PT Pertamina (Rp45 triliun)
  • PT PLN (Rp48,46 triliun)

Sementara untuk pinjaman dana dari pemerintah, dana Rp11,5 triliun tersebut akan diberikan kepada PT Krakatau Steel (Persero) tbk. sebesar Rp3 triliun dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. sebesar Rp8,5 triliun. 

Adapun untuk satu BUMN lainnya yakni PT Kimia Farma (Persero), Komisi VI meminta pemerintah menyelesaikan secara langsung dengan perseroan. Pemerintah sendiri tercatat memiliki kewajiban sebesar Rp1,13 triliun kepada Kimia Farma yang berasal dari utang BPJS Kesehatan, Dinas Kesehatan, RS Pemerintah, RS TNI, dan RS Polri.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN erick thohir
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top