Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Angka Kemiskinan Melonjak dengan Cepat, Ini Faktor Pemicunya

Kenaikan angka kemiskinan sebagai dampak dari Covid-19 yang cukup cepat sebenarnya juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  15:08 WIB
Warga beraktivitas di kawasan permukiman padat penduduk, di bantaran Kali Krukut Bawah, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (20/7/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar
Warga beraktivitas di kawasan permukiman padat penduduk, di bantaran Kali Krukut Bawah, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta, Jumat (20/7/2018). - ANTARA/Aprillio Akbar

Bisnis.com, JAKARTA - Meningkatnya jumlah angka kemiskinan yang meningkat menjadi 9,78 persen pada Maret 2020 dari 9,22 persen pada September 2019 menyisakan pertanyaan besar.

Mengapa dampak Covid-19 benar-benar terasa dengan cepat sehingga memicu naiknya angka kemiskinan?

Padahal, seperti yang diketahui, kasus pertama Covid-19 dikonfirmasi di Indonesia pada 2 Maret 2020, dengan dua warga Kota Depok, Provinsi Jawa Barat dinyatakan positif.

Kemudian, pada 15 Maret, Indonesia mengumumkan 117 kasus yang terkonfirmasi dan Presiden Joko Widodo menyerukan kepada penduduk Indonesia untuk melakukan langkah-langkah pembatasan sosial.

Pembatasan sosial mulai digulirkan di Jakarta, Banten dan Jawa Barat pada 16 Maret 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan kenaikan angka kemiskinan sebagai dampak dari Covid-19 yang cukup cepat sebenarnya juga tercermin dari pertumbuhan ekonomi.

"Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2020 turun cepat sekali. Konsumsi rumah tangga untuk nonmakanan langsung anjlok," ujar Suhariyanto, Rabu (15/7/2020).

Selain itu, dia mengingatkan bahwa dampak Covid-19 terhadap pariwisata telah datang lebih dulu pada awal Februari 2020, sebelum ditemukan kasus Covid-19 di Indonesia.

"Kasus Covid kita kejadiannya hampir bareng dengan AS. Dampak ke perekonomian AS, jauh lebih dalam."

Secara umum, BPS juga melihat pendapatan masyarakat berkurang sejak Covid-19. Penurunan signifikan terjadi di kelompok bawah yang merupakan pekerja informal.

Meski PSBB baru diterapkan pada 16 Maret 2020, BPS mengungkapkan pembatasan sosial ini mengubah perilaku masyarakat secara drastis. Aktivitas ekonomi melambat sehingga pekerja yang berpenghasilan tidak tetap tertekan dan masyarakat yang berada di garis kemiskinan akhirnya jatuh miskin.

Suhariyanto mengungkapkan bantuan sosial pemerintah untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 belum digulirkan pada Maret 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angka kemiskinan covid-19
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top