Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Survei SMRC : Banyak Orang Belum Mengetahui RUU Cipta Kerja

Wawancara per telepon dilakukan pada 8—11 Juli 2020 terhadap 2.215 responden yang dipilih secara acak di seluruh Indonesia.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  02:23 WIB
Pekerja melakukan bongkar muat semen kedalam kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (14/2/2020). Pemerintah akan melakukan sosialisasi secara rinci kepada masyarakat Indonesia terkait Omnimbus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sehingga mampu menunjang perekonomian tanah air. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - ama
Pekerja melakukan bongkar muat semen kedalam kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (14/2/2020). Pemerintah akan melakukan sosialisasi secara rinci kepada masyarakat Indonesia terkait Omnimbus Law Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja yang bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan sehingga mampu menunjang perekonomian tanah air. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A - ama

Bisnis.com, JAKARTA — Hasil survei lembaga Saiful Mujani Research and Consulting menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat belum mengetahui Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja.

"Saat ini baru 26 persen yang tahu RUU Cipta Kerja. Mayoritas warga 74 persen masih belum tahu. Ada kenaikan awarness pada RUU ini dibanding Maret lalu, tapi kenaikan itu masih sangat sedikit dalam 5 bulan terakhir," kata Direktur Riset Deni Irvani melalui siaran pers, Selasa (14/7/2020).

Deni mengatakan bahwa persentase warga yang menyatakan mengetahui RUU Cipta Kerja masih relatif rendah meskipun ada kenaikan dibanding survei sebelumnya.

Pada Maret lalu, hanya 14 persen yang mengetahui RUU Cipta Kerja. Ada kenaikan sebesar 12 persen dibandingkan survei pada bulan Juli ini.

"Pada Maret lalu hanya 14 persen yang tahu RUU Cipta kerja alias Omnibus Law, sementara sekarang sudah naik menjadi 26 persen," kata dia.

Rendahnya angka pengetahuan masyarakat mengenai RUU ini, menurut Deni, merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Dia mengatakan bahwa harus ada upaya menyebarkan RUU ini secara lebih luas agar masyarakat memahaminya.

“Karena itu, kenyataan bahwa baru 26 persen warga yang mengetahui RUU Cipta Kerja menunjukkan bahwa ada pekerjaan rumah untuk menyebarkan informasi tentang RUU secara lebih luas dan merata agar lebih banyak warga memahaminya,” ujar Deni.

Wawancara per telepon dilakukan pada 8—11 Juli 2020 terhadap 2.215 responden yang dipilih secara acak di seluruh Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

survei cipta kerja

Sumber : Tempo.co

Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top