Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SNI Masker Kain Sedang Digodok, Kapan ya, Kira-Kira Rampung?

SNI memiliki dua fungsi, yakni sebagai jaminan produk pada pasar global dan mengadang importasi masker kain.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  17:25 WIB
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang yang dijadikan pabrik masker di Kawasan Pergudangan Central Cakung Blok I No.11 Jalan Raya Cakung Cilincing KM 3, Rorotan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (28/2/2020). - Antara
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek sebuah gudang yang dijadikan pabrik masker di Kawasan Pergudangan Central Cakung Blok I No.11 Jalan Raya Cakung Cilincing KM 3, Rorotan Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (28/2/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Asosiasi Pertekstilan Indonesia meyatakan bahwa pemangku kepentingan sedang menggodok standar nasional Indonesia untuk masker kain. Hal tersebut dilakukan agar industri garmen nasional memiliki standar produksi masker kain yang sama.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Rakhman mengatakan bahwa standar nasional Indonesia (SNI) tersebut diperlukan untuk proses ekspor.

Menurutnya, SNI tersebut memiliki dua fungsi, yakni sebagai jaminan produk pada pasar global dan mengadang importasi masker kain.

"Semua produksi masker kemarin oversupply banget. SNI diperlukan sebagai sebuah instrumen standar nasional [untuk jaminan ekspor]," katanya kepada Bisnis, Jumat (10/7/2020).

Hingga saat ini, setidaknya ada 16 pabrikan masker kain yang terdaftar di Kementerian Perindustrian. Adapun, pabrikan tersebut memiliki kapasitas produksi lebih dari 55 juta unit per bulan sejak April 2020.

Dengan kata lain, potensi produksi masker kain seluruh pabrikan tersebut mencapai 490 juta unit hingga akhir 2020. Namun, Kemenperin belum memiliki data permintaan masker kain nasional.

Direktur Industri Tekstil, Kulit, dan Alas Kaki Kemenperin Elis Masitoh mengatakan bahwa kementerian akan memperkuat industri masker di dalam negeri.

Adapun, Elis menyebutkan setidaknya dua langkah yang akan dilakukan. Pertama, memperkuat kemampuan laboratorium uji masker bedah dan alat pelindung medis pada tahun depan.

Adapun, produksi masker bedah di dalam negeri diramalkan sebesar 394 juta unit per bulan atau mencapai 2,08 miliar unit hingga akhir 2020.

Kedua, membuat SNI masker kain, khususnya bagi pabrikan yang ingin berorientasi ekspor.

Elis menjelaskan bahwa masker bedah telah memiliki SNI tersendiri, sedangkan masker kain belum memiliki SNI.

Elis memperkirakan penggodokan SNI masker kain paling lambat akan rampung pada kuartal III/2020. Menurutnya, penerbitan SNI tersebut dapat memacu pabrikan masker kain untuk menggenjot produksi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sni masker
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top