Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SNI Industri Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya Terbit Akhir 2020

Pembahasan dan penerbitan SNI vaporizer baru akan berjalan efektif pada 2021.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  15:16 WIB
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape) di Jakarta, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto
Pekerja menata botol berisi cairan rokok elektrik (vape) di Jakarta, Senin (1/10/2018). - ANTARA/Dhemas Reviyanto

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian sedang menggodok beleid standar nasional Indonesia untuk dua produk dari industri hasil pengolahan tembakau lainnya yakni produk sistem pemanasan tembakau dan vaporizer.

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menyatakan bahwa pemangku kepentingan saat ini sedang mendahulukan pembahasan standar nasional Indonesia (SNI) produk sistem pemanasan tembakau.

Produk sistem pemanasan tembakau adalah alat yang bertujuan untuk menghasilkan aerosol dari pemanasan rokok dengan ukuran khusus.

"Kami diperkenankan untuk ikut hadir dalam prosesnya agar kami dapat lebih memahami sehingga mempermudah untuk perumusan SNI vape pada tahun 2021," ujar Sekretaris Umum APVI Garindra Kartasasmita kepada Bisnis, Jumat (10/7/2020).

Garindra menyatakan bahwa SNI produk sistem pemanasan tembakau ditargetkan terbit pada akhir kuartal III atau awal kuartal IV/2020. Garindra menyatakan bahwa SNI yang diterbitkan nantinya masih bersifat sukarela.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan agar pabrikan dapat menyesuaikan proses produksi dengan SNI yang akan diterbitkan tersebut. Hal yang sama juga akan berlaku bagi sistem vaporizer maupun cairan vaporizer.

Garindra menyatakan bahwa pembahasan dan penerbitan SNI vaporizer baru akan berjalan efektif pada 2021. Setelah penerbitan SNI, ujarnya, pabrikan dan Kemenperin baru akan membahas anjuran produksi atau good manufacturing process (GMP) sistem maupun cairan vaporizer.

Garindra menuturkan bahwa asosiasi maupun Kemenperin belum memulai sama sekali pembahasan terkait GMP industri vaporizer.

"[Pasalnya,] kami masih banyak [pabrikan berskala] IKM [industri kecil dan menengah], home industry juga banyak di daerah."

Dia menyatakan bahwa pihaknya juga belum membahas penetapan SNI wajib. Menurutnya, pembahasan tersebut akan berlangsung setelah pabrikan menjalankan SNI yang nanti diterbitkan.

Di sisi lain, ujar Garindra, kapasitas produksi pada semester I/2020 anjlok hingga 70 persen. Menurutnya, hal itu akan berlanjut pada semester II/2020 dan membuat target produksi akhir 2020 hanya akan tercapai 70 persen.

"Kami optimistis [produksi pada] semester II/2020 akan jauh lebih baik dibandingkan dengan semester pertama 2020. Akan tetapi, bila untuk menutupi kekurangan [produksi] pada semester pertama 2020 saya rasa belum bisa," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sni Industri Vape
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top