Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Serapan Tenaga Kerja, Kadin : Skenario Terburuk Membayangi

Kementerian Ketenagakerjaan memperkirakan potensi serapan tenaga kerja pada tahun ini bisa menembus 1,8 juta orang.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  19:35 WIB
Sejumlah buruh pabrik pulang kerja di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (17/4/2020). - ANTARA FOTO/Fauzan
Sejumlah buruh pabrik pulang kerja di kawasan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (17/4/2020). - ANTARA FOTO/Fauzan

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan pengusaha memperingatkan pemerintah soal potensi terjadinya skenario terburuk perekonomian yang membuat target serapan tenaga kerja tidak tercapai.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Ketenagakerjaan dan Hubungan Industrial Anton J. Supit mengemukakan, target yang dipatok Kementerian Ketenagakerjaan mungkin sulit tercapai menyusul ketidakpastian akibat pandemi Covid-19.

"Kita tidak tahu apakah sudah di puncak kasus atau belum. Sebelumnya saat PSBB diperketat tambahan kasus tidak setinggi ketika mulai dilonggarkan," ujarnya saat dihubungi, Kamis (9/7/2020).

Pertambahan kasus yang semakin tinggi ini disebut Anton kian membuat perekonomian berada di persimpangan. Dia memperkirakan perusahaan-perusahaan bakal menahan ekspansi dan penyerapan tenaga kerja sebelum ada kepastian wabah dapat terkendali.

Berkenaan perkiraan bahwa pasar tenaga kerja mungkin baru akan pulih pada 2022 sampai 2023 mendatang, Anton pun berpendapat hal ini akan amat tergantung pada stimulus dan dukungan yang diberikan pemerintah terhadap industri di dalam negeri.

Kendati demikian, dia tak memungkiri pula aksi peralihan ke mekanisasi bakal menjadi pertimbangan banyak perusahaan alih-alih rekrutmen tenaga kerja.

"Mungkin ke depannya mekanisasi akan menjadi prioritas. Tapi saya perlu sampaikan bahwa masalah ketenagakerjaan ini bukan urusan Kementerian Ketenagakerjaan saja. Perlu ada kerja berkesinambungan antarlembaga," lanjut Anton.

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menargetkan sekitar 850.000 orang dapat memperoleh pekerjaan sampai akhir 2020. Target serapan tenaga kerja ini dipatok seiring berjalannya aktivitas ekonomi di daerah zona hijau pada masa kebiasaan baru.

Target serapan ini disebut Ida lebih rendah dibanding pada masa normal yang bisa mencapai 2 juta orang dalam setahun. Hal ini tak lepas dari kondisi pasar kerja yang tak seperti kondisi normal.

Meski demikian, Ida menyebutkan potensi serapan tenaga kerja pada tahun ini bisa menembus 1,8 juta orang. Potensi ini didukung oleh penyerapan kembali sekitar 1 juta orang yang dirumahkan sebagai imbas dari Covid-19.

"Saya sudah sampaikan ada perusahaan-perusahaan yang mulai kembali aktif. Kami estimasi ada 1 juta serapan dari reaktivasi. Dan ditambah dengan target serapan menjadi 1,8 juta," kata Ida kala menghadiri rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (8/7/2020).

Selain itu, Ida mengemukakakan masa pemulihan serapan tenaga kerja berpotensi belum dapat terjadi dalam waktu setahun ke depan. Menurutnya, masa pemulihan akan terjadi pada 2022 sampai 2023 dengan memanfaatkan momentum realokasi perusahaan-perusahaan dari China.

Menyitir laporan Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah pengangguran terbuka RI mencapai 6,88 juta orang atau naik 0,06 persen dibandingkan jumlah pengangguran pada Februari 2019.

Adapun jumlah tenaga kerja yang terimbas Covid-19 menurut data Kemenaker per 27 Mei tercatat berada di angka 1,75 juta orang. Sebanyak 380.221 orang di antaranya adalah tenaga kerja yang menjadi korban PHK, 1,05 juta orang dirumahkan, dan 318.959 tenaga kerja sektor informal yang terdampak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tenaga kerja Kemenaker covid-19
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top