Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dilepas-liarkan, Burung Anis Kembang Punya Habitat di TWA Ruteng

Anis Kembang, burung dengan nama latin Zoothera interpres akhirnya dilepas-liarkan di sekitar Danau Ranamese, Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng, Flores, Sabtu (4/7/2020), setelah dinyatakan sehat dan siap untuk berada di habitat alaminya.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  07:00 WIB
Anis Kembang, burung dengan nama latin Zoothera interpres punya kicau merdu. KLHK
Anis Kembang, burung dengan nama latin Zoothera interpres punya kicau merdu. KLHK

Bisnis.com, JAKARTA - Anis Kembang, burung dengan nama latin Zoothera interpres akhirnya dilepas-liarkan di sekitar Danau Ranamese, Taman Wisata Alam (TWA) Ruteng, Flores, Sabtu (4/7/2020), setelah dinyatakan sehat dan siap untuk berada di habitat alaminya.

Pelepasliaran tersebut dilaksanakan oleh tiga pilar, yaitu unsur pemerintah (BBKSDA NTT, Camat, Kepala Desa, Kapolsek Borong, Koramil Borong, Kepala Puskesmas Mano), unsur agama (Pastor Paroki Lerang), dan unsur Masyarakat adat (Tu’a Golo dan Tu’a Teno Gendang Lerang).

Kini, lebih dari seratus burung Kembang Anis yang memiliki kicau merdu telah menikmati habitatnya. Burung-burung tersebut merupakan satwa liar yang diterima dari Balai Besar KSDA (BBKSDA) Jawa Timur pada 14 Juni 2020.

Kepala Balai Besar KSDA NTT Timbul Batubara berharap agar unsur tiga pilar yang eksis di TWA Ruteng melakukan lonto leok (amanah leluhur) dan berkomitmen melindungi burung Anis Kembang, baik yang baru dilepaskan maupun yang terdapat pada habitat alaminya agar tindakan-tindakan pelanggaran tidak terjadi lagi.

"Kami telah menginstrusikan kepada seluruh jajaran BBKSDA NTT di pelabuhan laut maupun udara untuk memperketat pengawasan dan berkoordinasi kepada para pihak, antara lain; Balai Karantina se-NTT, Petugas Pelabuhan se-NTT, Angkasa Pura, POLRI dan TNI setempat," ungkapnya.

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) melalui surat Nomor: S.362/KKH/AJ/KSA.2/6/2020 tanggal 30 Juni 2020 telah memberikan rekomendasi bahwa satwa liar burung Anis Kembang (Zoothera interpres) tersebut sudah dapat dilepasliarakan karena dinyatakan sehat dan sudah siap untuk berada di habitat alaminya di TWA Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Pelaksanaan pelepasliaran tersebut juga dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dalam rangka One Health dan Animal Aalfare berkordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Proses pelepasliaran burung anis kembang dimulai dengan keberangkatan burung-burung tersebut pada Hari Kamis (2/7/2020) pukul 11.00 WITA, dari pelabuhan ASDP Bolok Kabupaten Kupang tujuan Aimere Kabupaten Ngada, dan tiba di Aimere pukul 09.00 WITA. Satwa tersebut kemudian langsung dibawa ke kandang habituasi diKantor Resort Ranamese, TWA Ruteng, dilanjutkan dengan pengamatan/pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan dan tenaga medis.

Kedatangan burung anis kembang (Zoothera interpres) di Ranamese Ruteng tempat habituasi burung tersebut juga disambut secara adat oleh para tetua adat setempat. Hal ini merupakan penerapan pengelolaan kawasan TWA Ruteng Berbasis tiga pilar.

Disamping penerapan tiga pilar prosedur penanganan satwa dari kedatangan, penyambutan secara adat, hingga proses perawatan di kandang habituasi dilakukan dengan penerapan protokol Covid-19 sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal KSDAE Nomor SE.8/KSDAE/KKH/KSA.2/5/2020, tanggal 20 Mei 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelepasliaran Satwa Liar Di Masa Pendemi Covid-19.

Seluruh kegiatan sejak diterimanya TSL burung anis kembang (Zoothera interpres) dari BBKSDA Jawa Timur sampai dengan pelepasliaran di wilayah kerja BBKSDA NTT dikawal oleh Tim UPS BBKSDA NTT dan Dokter Hewan, dan juga oleh UPT Veteriner Dinas Peternakan Prov NTT. Satwa burung anis kembang (Zoothera interpres) berada di kandang habituasi selama 2 hari (3-4 /7/2020) untuk memastikan kelayakan kesehatan dan sifat liar ketika dilepasliarkan di wilayah hutan Ranamese.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wisata alam habitat for humanity Burung Kicau
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top