Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Butuh Pembiayaan Alternatif

PT Hutama Karya (Persero) menyatakan saat ini membutuhkan dukungan pembiayaan alternatif guna percepatan pembangunan jalan tol Trans Sumatra sepanjang 2.765 kilometer.
Arif Gunawan
Arif Gunawan - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  20:00 WIB
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus kebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin) (Pacin) sepanjang 36km. - Hutama Karya
PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus kebut pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), salah satunya yakni Ruas Pekanbaru-Padang Seksi 1 (Padang-Sicincin) (Pacin) sepanjang 36km. - Hutama Karya

Bisnis.com, JAKARTA-- PT Hutama Karya (Persero) menyatakan saat ini membutuhkan dukungan pembiayaan alternatif guna percepatan pembangunan jalan tol Trans Sumatera sepanjang 2.765 kilometer.

SEVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Muhammad Fauzan menjelaskan pihaknya sangat berterima kasih atas dukungan pemerintah dan semua stakeholder yang terus memberikan dukungan penuh dalam percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera.

"Kami masih tetap membutuhkan dukungan pemerintah dalam hal sumber-sumber pembiayaan alternatif yang memerlukan jaminan pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, perbankan, dan lembaga keuangan lainnya," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (7/7/2020).

Dalam prosesnya hingga saat ini, JTTS yang dibangun oleh Hutama Karya menggunakan pendanaan yang berasal dari berbagai sumber mulai dari PMN tunai dari pemerintah, sindikasi perbankan, dukungan konstruksi, hingga global medium term notes atau GMTN.

Sejauh ini, Hutama Karya telah membangun JTTS sepanjang lebih kurang 588 kilometer, dengan 368 kilometer ruas tol yang telah beroperasi secara penuh.

Beberapa ruas tol tersebut di antaranya adalah Tol Bakauheni – Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140 km, Tol Terbanggi – Besar – Pematang Panggang – Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 km, tol Palembang – Indralaya (Palindra) sepanjang 22 km, dan Tol Medan Binjai (Medbin) seksi 2 dan 3 sepanjang 17 km.

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan kebutuhan pendanaan tol Trans Sumatra secara total, baik koridor utama dan jalur pendukung mencapai Rp500 triliun.

Saat ini dana yang telah siap berasal dari perbankan Rp72,2 triliun, dukungan pemerintah Rp21,6 triliun, dan PMN Rp19,6 triliun. Sementara itu untuk koridor utama saja membutuhkan Rp266 triliun.

Perbankan telah memberikan komitmen pembiayaan Rp42,2 triliun untuk koridor utama. Dukungan pemerintah dan PMN, masing-masing sebesar Rp16,1 triliun dan Rp17,1 triliun.

“Sehingga total anggaran yang masih dibutuhkan [untuk pembangunan kordior utama] Rp191 triliun,” jelas Basuki.

Adapun, Presiden Joko Widodo dalam pembukaan rapat terbatas meminta kalkulasi cermat kelayakan finansial dan juga opsi tambahan ekuitas dalam melanjutkan proyek tol Trans Sumatra.

“Saya minta ada terobosan sumber pembiayaan alternatif untuk mengurangi beban ekuitas dari PMN dan juga tidak tergantung pada APBN,” kata Presiden membuka rapat terbatas percepatan pembangunan proyek strategis nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hutama karya tol trans sumatera
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top