Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Phapros (PEHA) Salurkan Dana Kemitraan UMKM hingga Rp1,9 Miliar

PT Phapros Tbk, anak usaha dari PT Kimia Farma Tbk, menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar untuk membantu UMKM nasional dalam masa pandemi Covid-19.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  19:04 WIB
Salah satu UMKM binaan PT Phapros Tbk. yang berhasil meraup omzet sampai Rp150 juta per bulan selama masa pandemi ini. - Dok. Istimewa
Salah satu UMKM binaan PT Phapros Tbk. yang berhasil meraup omzet sampai Rp150 juta per bulan selama masa pandemi ini. - Dok. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Phapros Tbk, anak usaha dari PT Kimia Farma Tbk, menyalurkan dana kemitraan senilai Rp1,9 miliar salah satunya tersalurkan ke pengusaha minuman sirup parijoto yang meraup omzet sampai Rp150 juta per bulan selama masa pandemi ini.

Pharpros memberikan dukungan modal kerja kepada pengusaha UMKM sebagai bagian dari pelaksanaan Program Kemitraan. Pada tahun ini, perseroan mengalokasikan dana Program Kemitraan sebesar Rp1,9 miliar.

Corporate Secretary PT Phapros Tbk Zahmilia Akbar mengatakan dana kemitraan merupakan dana bergulir yang diperuntukkan bagi pengembangan UMKM yang juga merupakan skakeholder perusahaan.

“Selama ini dana program kemitraan masuk kategori lancar. Artinya, mitra binaan yang mendapatkan dana ini mampu mengembangkan bisnis dengan tetap memenuhi kewajiban pembayaran cicilan tepat waktu. Kami juga menyalurkan dana Bina Lingkungan senilai Rp1,6 miliar,” kata Akbar dalam siaran pers, Selasa (7/7/2020).

Dia menambahkan salah satu pengusaha UMKM yang berhasil melalui fase krisis saat pandemi Covid-19 adalah Triyanto, seorang warga Kudus yang juga merupakan mitra binaan Phapros, pengusaha sirup parijoto atau medinilla speciosa.

Sementara itu, Triyanto menjelaskan pengelolaan buah parijoto ini mulai dilakoninya sejak 2015 hanya dengan memanfaatkan peluang yang ada. Di Gunung Muria, Kudus, Jawa Tengah, tempatnya tinggal buah ini sangat banyak.

"Karena rasanya yang kurang enak jika dimakan langsung, saya kemudian mulai mengolahnya menjadi sirup pada 2015 dan dijual dalam skala kecil,” ujarnya.

Pihaknya menggunakan strategi pemasaran daring media sosial dan membentuk agen– agen resmi di beberapa wilayah Indonesia untuk mengenalkan produknya. Pameran dijadikan kesempatan untuk menambah agen atau reseller baru.

Triyanto tak memungkiri, bahwa kandungan flavonoid, tanin, dan saponin yang merupakan antioksidan dan bisa mencegah kanker menjadi daya tarik konsumen membeli produknya. Di saat banyak UMKM lain gulung tikar, Triyanto justru bisa mendulang rupiah dari hasil penjualan sirup parijotonya.

“Per bulan biasanya saya bisa menghasilkan Rp50 juta Pada saat pandemi, usaha ini mengalami lonjakan permintaan hingga penghasilan per bulan meningkat sampai Rp150 juta,” katanya.

Kini, usahanya berkembang pesat dan telah memiliki diversifikasi produk yakni teh celup dan teh tubruk parijoto. Triyanto juga memiliki lahan baru di seberang rumahnya, buah hasil dari kegigihannya menjalani usaha di tengah pandemi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt phapros tbk
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top