Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rehabilitas Hutan Buka Lapangan Kerja, Program Pesona Dipuja

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dapat menjadi sarana kerja masyarakat sehingga bisa mendapatkan penghasilan di masa transisi menuju akhir pandemi Covid-19.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  09:30 WIB
Wisatawan berswafoto dengan latar belakang goa peninggalan zaman kolonial Belanda di Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (15/6 - 2020). Pemerintah Kabupaten Sumedang berencana akan membangun wahana kereta gantung di kawasan Tahura Gunung Kunci untuk mendongkrak sektor pariwisata. /ANTARA FOTO\n
Wisatawan berswafoto dengan latar belakang goa peninggalan zaman kolonial Belanda di Taman Hutan Raya (Tahura) Gunung Kunci di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Senin (15/6 - 2020). Pemerintah Kabupaten Sumedang berencana akan membangun wahana kereta gantung di kawasan Tahura Gunung Kunci untuk mendongkrak sektor pariwisata. /ANTARA FOTO\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) dapat menjadi sarana kerja masyarakat sehingga bisa mendapatkan penghasilan di masa transisi menuju akhir pandemi Covid-19.

"RHL yang dilakukan melalui vegetatif, penanaman pohon atau melalui kegiatan konstruksi sederhana bangunan konservasi tanah dan air, seperti dam penahan juga gully plug sebagai penjagaan tebing dari longsor dan erosi besar," ujar Siti Nurbaya dalam keterangan pers, Minggu (5/7/2020).

Menteri Nurbaya bersama anggota Komisi IV DPR Sutrisno melakukan kunjungan lapangan ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Majalengka, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Pancur, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2020), dalam rangka peninjauan sekaligus supervisi kegiatan Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) pada kawasan tersebut.

Hudoyo, Plt Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DASHL-KLHK), mengatakan Program RHL di Pulau Jawa yang telah dilaksanakan selama kurun 2015-2019 mencakup area seluas 354.183 hektare.

Perinciannya, RHL dalam kawasan hutan atau lindung dan konservasi seluas 79.667 hektare, dan RHL insentif di luar kawasan hutan seluas 274.515 hektare, melalui kegiatan KBR sebanyak 2.407 unit (78,8 juta batang), KBD sebanyak 57 unit (3,4 juta batang), serta bibit dari persemaian permanen sebanyak 60,4 juta batang, dan bibit produktif sebanyak 5,1 juta batang.

"Upaya RHL ini juga terbukti dapat menyerap tenaga kerja. Kegiatan-kegiatan dalam upaya pemulihan lahan kritis tahun 2020 di BPDASHL se-Jawa akan menyerap sebanyak 1,38 juta HOK dengan nilai sebesar Rp.110,9 miliar. Nilai tersebut akan menjadi penerimaan langsung bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan," ujar Hudoyo.

Sutrisno, yang juga Bupati Majalengka periode 2008-2013 dan 2013-2018, mengatakan apresiasi terhadap program-program KLHK yang memberdayakan masyarakat.

"Program KLHK sangat baik dan direspon masyarakat. Dan saya menyaksikan bahwa program KLHK dimasa Covid -19 telah berjalan di masyarakat, seperti Pesona yang memberdayakan masyarakat. Jika rakyat diberdayakan, saya yakin hutan akan dijaga masyarakat, saya mendukung program Bank Pesona untuk diperluas," papar Sutrisno.

Menteri dan Anggota DPR Komisi IV tersebut menerima laporan tentang pelaksanaan program RHL di lapangan.

Pesona atau Perhutanan Sosial Nusantara adalah forum para angota kelompok kerja perhutanan sosial di Indonesia, yang mana Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan kebijakan dan sekaligus forum berbagi pembelajaran (learning sharing) pemangku pihak (stakeholder).

Program perhutanan sosial memberikan akses legal kepada masyarakat untuk mengelola sumber daya hutan. Pemberian akses ini dilatarbelakangi oleh keharusan masyarakat untuk memiliki asas hukum yang kuat dalam pengelolaan hutan.

Harapannya, akses tersebut akan mampu juga menjadi akses pembiayaan bagi masyarakat setempat yang telah diberi kepercayaan untuk mengembangkan hutan mereka agar menghasilkan sesuatu yang bernilai.

Sutrisno menambahkan, jika selama 10 tahun menjadi Bupati Majalengka sebelum menjadi Anggota DPR RI, dirinya mengenal kawasan di sekitar lokasi kunjungan ini terkenal wilayah yang berbatu dan belum tertata secara baik. Bahkan sebagai hutan lindung masyarakat tidak dapat menyentuh.

“Majalengka secara umum mempunyai lokasi-lokasi yang strategis dikembangkan untuk wisata alam. Dia mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi yang memberikan akses kepada masyarakat untuk pemanfaatan hutan,” tambah Sutrisno.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perhutanan sosial Rehabilitas Hutan dan Lahan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top