Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

KLHK Buka Rekrutmen Konsultan Individual Redd+ 2020

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuka rekrutmen konsultan individual untuk proyek Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan (FCPF) Dukungan Persiapan Kesiapan REDD+ (Pendanaan Tambahan).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  08:00 WIB
Salah satu lokasi pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. - JIBI/Rachmad Subiyanto
Salah satu lokasi pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. - JIBI/Rachmad Subiyanto

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuka rekrutmen konsultan individual untuk proyek Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan (FCPF) Dukungan Persiapan Kesiapan REDD+ (Pendanaan Tambahan).

"Proyek yang merupakan hibah dari Bank Dunia ID Proyek : TF-99721/71671901, membutuhkan personel benefit sharing expert, dan institutional arrangement expert," demikian KLHK dalam publikasinya, Senin (6/7/2020).

Konsultan individual akan bekerja waktu penuh di Biro Ekonomi Provinsi Kalimantan Timur dan akan dibayar setiap bulan. Durasi konsultasi akan 5 bulan dari tanggal penandatanganan kontrak, dengan jam kerja normal Senin hingga Jumat dari jam 7.30-16.30. Bekerja di luar jam normal mungkin diperlukan.

Pemerintah Indonesia memperoleh hibah sebesar US$ 5 juta dari Forest Carbon Partnership Facility (FCPF) melalui Bank Dunia untuk membiayai persiapan Implementasi REDD +, sebagai pembiayaan tambahan untuk melanjutkan dan mengembangkan lebih lanjut pekerjaan yang didukung oleh dana awal FCPF Readiness Fund.

Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi Kehutanan dan Lingkungan (FOERDIA) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah badan pelaksana dan bertanggung jawab untuk mengatur Proyek ini.

Pelaksanaan hibah ini dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim (P3SKPI) di dalam FOERDIA, dan Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim di dalam Direktorat Jenderal Perubahan Iklim (DGCC), kedua lembaga tersebut termasuk kepada KLHK.

Tujuan dari bantuan teknis yang didanai oleh FCPF Readiness Fund adalah untuk mendukung pemerintah Indonesia memperkuat kapasitas teknis dan manajemennya untuk mengimplementasikan REDD +, baik di tingkat nasional dan sub-nasional (dengan fokus pada Provinsi Kalimantan Timur dan Jambi Propinsi).

Spesialis benefit sharing bertugas mendukung finalisasi draf Rencana Pembagian Manfaat (BSP) lanjutan untuk Program Pengurangan Emisi Yurisdiksi Kalimantan Timur (EK-JERP), dengan memasukkan umpan balik yang diterima pada draf lanjutan.

Selain itu, spesialis ini akan mendukung keseluruhan manajemen, komunikasi, koordinasi, pemantauan dan evaluasi terkait pembagian manfaat selama pelaksanaan Program ER. Spesialis pembagian manfaat yang dipilih akan bertanggung jawab untuk mengoordinasikan peningkatan pembagian manfaat dengan spesialis lain yang bekerja di PMU.

Spesialis perlu memastikan bahwa BSP dapat dan akan diimplementasikan secara efektif selama masa Program ER FCPF (hingga 2025) sesuai dengan ketentuan BSP, persyaratan Kerangka Metodologi FCPF untuk pembagian manfaat, dan nasional dan sub-nasional.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

redd+ perdagangan karbon Rehabilitas Hutan dan Lahan
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top