Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Isu Reshuffle Memanas, Tagar #erickout Bergema, Erick Thohir Diserang Bot?

Tagar #erickout kembali ramai, menyusul keramaian serupa pada (29/6/32020) atau tepat sepekan lalu. Tagar #erickout muncul di saat isu perombakan kabinet menghangat.
Tim Bisnis Indonesia
Tim Bisnis Indonesia - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  14:09 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). - ANTARA / Rivan Awal Lingga
Menteri BUMN Erick Thohir mengikuti rapat kerja dengan Komisi VI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/2/2020). - ANTARA / Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA—Linimasa platform media sosial Twitter kembali ramai dengan tagar atau tanda pagar yang menyinggung nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Cuitan-cuitan bertagar #erickout itu meminta sang menteri diganti.

Berdasarkan pantauan Bisnis pada Senin (6/7/2020) siang, tagar #erickout menempati posisi kedua dalam daftar “Trending in Indonesia” atau topik yang di menjadi tren di Indonesia. Kebanyakan mereka mengunggah poster yang bernuansa penolakan bagi Erick.

Salah satu poster yang paling banyak diunggah bertajuk #BUMNSalahUrus dan berisi tulisan “Total hutang BUMN telah mencapai sekitar Rp5.600 triliun”, “Erick mengangkat WNA menjadi Direksi BUMN” dan “Kebijakan Erick tersebut menunjukkan gagalnya revolusi mental yang digaungkan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin” 

Setidaknya poster tersebut dicuitkan oleh belasan akun antara lain @wildanmakassar9, @sadjudi, @enggangkaltim, @haidaralwi6,  @teddyrisandi, dan @dhieco69. Ada satu persamaan dari akun-akun tersebut, yakni hampir seluruhnya baru dibuat pada Juni 2020.

Selain itu, banyak pula poster yang menyebut BUMN seperti poster bertuliskan 

“Ini waktunya para reformis merebut BUMN dari WNA, orbais, opurtunis, dan mafia-mafia. Jangan diam! Bergerak serempak!”

Dari cuitan-cuitan tersebut, banyak di antaranya yang berbunyi sama, atau setidaknya serupa. Sebagai contoh, akun ini terpantau mencuitkan poster di atas setidaknya 5 kali, dengan tagar #erickout dan #jagajokowi.

Tak hanya itu, akun yang sama banyak mencuitkan-ulang (retweet) poster-poster serupa dari akun-akun lainnya yang telah disebutkan di atas dan banyak mengomentari tautan berita menyangkut isu tersebut. 

Pola cuitan yang sama juga ditemukan pada akun-akun lainnya. Selain gencar mencuitkan poster-poster yang bernada sama, akun-akun ini terlihat saling berbalas cuitan dan saling mencuitkan-ulang dengan tagar #erickout.

Selain cuitan dengan pola-pola tersebut, ada pula cuitan-cuitan bernada sama yang menyebut (mention) akun Presiden Joko Widodo yakni @jokowi dan anaknya @Kaesangp.

Akun tersebut terlihat mencuitan kalimat-kalimat bernada serupa dengan tagar-tagar yang sama persis berkali-kali. Adapun seperti akun lainnya, @kotakenangan021 juga tercatat baru bergabung dengan Twitter pada Juni 2020.

Akun tersebut terlihat mengikuti (following) sejumlah akun yang ketika ditelusuri Bisnis, memiliki linimasa dengan cuitan-cuitan yang bernada sama, bahkan beberapa di antaranya berbunyi sama persis.

Tagar #erickout sendiri bukan yang pertama kalinya menjadi trending topic di Indonesia. Pada Senin (29/6/32020) atau tepat sepekan lalu, tagar yang sama juga meramaikan jagat Twitter.

Kala itu sejumlah akun mencuitkan kalimat yang persis sama bahkan hingga kesalahan pengetikannya pun serupa, yakni “Menteri BUMN harus dinreshuffle karena terbukti bermasalah #erickout”. Antara lain akun @sumandie1, @joenatRp, dan @DanielPSitompu1.

Jadi.  Apakah tagar yang menjadi tren hari ini benar-benar suara warganet atau hanya buah karya penggaung (buzzer) dan bot?

Erick Thohir sebelumnya  menegaskan pihaknya sudah transparan saat memilih jajaran Dewan Direksi dan Komisaris untuk perusahaan yang berada di bawah naungan lembaganya.

Dalam sebuah wawancara bersama Rakyat Merdeka TV, Erick menjelaskan bahwa pemilihan direksi dan komisaris sejumlah perusahaan pelat merah mengikuti beberapa proses yang berlaku.

“Satu, direksi komisaris harus berakhlak. Tapi disini kita masukkan digital leadership, global business safety, customer focus, building strategy,” ungkap Erick dalam video yang diunggah Kamis (18/6/2020).

Erick menilai perusahaan BUMN menjunjung tinggi prinsip good corporate governance dan pemegang jabatan di perusahaan BUMN juga harus memiliki hubungan yang baik dengan lembaga terkait selain menyajikan kebutuhan pasar saat ini.

“Saya tidak takut diancam-ancam karena loyalitas saya jelas. Saya loyalitas ke presiden karena saya pembantunya beliau,” tegasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erick thohir
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top