Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PGN (PGAS) Bakal Merambah Bisnis Petrokimia

Ekspansi tersebut juga didorong oleh pemanfaatan implementasi harga gas industri di plant gate senilai US$6 per MMBtu.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 06 Juli 2020  |  19:42 WIB
Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN
Petugas mengawasi pipa gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN). Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. berminat menambah portofolionya di bisnis hilir dengan masuk ke bisnis petrokimia.

Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) Suko Hartono menjelaskan bahwa minat tersebut sejalan dengan strategi inovasi perseroan untuk memperbesar portofolionya agar mendapatkan nilai ekonomi lebih.

Ekspansi tersebut juga didorong oleh pemanfaatan implementasi harga gas industri di plant gate senilai US$6 per MMBtu sehingga menjadi peluang baru untuk bisnis perseroan.

“Jadi, nanti tidak hanya jualan bahan bakar. Kami usulkan kami masuk di portofolio hilir masuk ke industri petrokimia. Jadi, gas bisa dimanfaatkan jadi metanol ke DME [dimetil eter] dan seterusnya kemudian amonia dengan turunannya,” katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Senin (6/7/2020).

Suko mengatakan bahwa dalam bisnis itu nantinya PGAS akan menggandeng subholding kilang yang ada di PT Pertamina (Persero).

Adapun, pada saat ini pihaknya tengah mengerjakan proyek tersebut dengan tahapan studi yang ditargetkan rampung 2022 atau 2023.

Secara teknis, kata Suko, sumber gas murah yang akan dimanfaatkan itu akan bersumber dari Grissik di Sumatra Selatan dan dari Jambaran Tiung Biru yang ada wilayah Jawa Timur.

“Kami batasi portofolio 5 persen—15 persen karena itu bukan bisnis kami, itu bisnis kerja sama dengan subholding kilang,” katanya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PGN Harga Gas
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top