Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hindari PHK, Garuda Kemungkinan Kembali Merumahkan Karyawan

Berdasarkan keterbukaan informasi publik, Garuda memiliki sebanyak 7.600 karyawan hingga pertengahan Mei 2020.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  18:36 WIB
Teknisi beraktivitas di dekat pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan
Teknisi beraktivitas di dekat pesawat Boeing 737 Max 8 milik Garuda Indonesia, di Garuda Maintenance Facility AeroAsia, bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (13/3/2019). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Garuda Indonesia Tbk. dapat mengambil kembali langkah merumahkan karyawan yang kontraknya berakhir pada bulan ini jika kondisi keuangan maskapai belum mengalami perbaikan untuk menghindari keputusan yang lebih serius yakni pemutusan hubungan kerja (PHK).

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) Irfan Setiaputra mengatakan bahwa saat ini bisnis aviasi mulai bergerak, tetapi masih dikatakan jauh dari kondisi normal.

“Iya, memang opsi pemutusan karyawan kontrak yang kembali berakhir masa kerjanya bisa terjadi. Namun, kewajibannya tetap kami jalankan, jika memang pada Juli penerbangan tidak signifikan bergerak,” jelasnya, Kamis (2/7/2020).

Sebelumnya, maskapai pelat merah tersebut telah merumahkan sementara waktu sekitar 800 karyawan dengan status tenaga kerja kontrak atau perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) selama 3 bulan terhitung sejak 14 Mei 2020.

Kebijakan merumahkan karyawan dengan status PKWT tersebut merupakan upaya lanjutan yang mesti ditempuh disamping upaya-upaya strategis lain yang telah dilakukan. Kondisi tersebut untuk keberlangsungan perusahaan tetap terjaga d itengah kondisi operasional penerbangan yang belum kembali normal sebagai dampak pandemi covid-19.

Berdasarkan keterbukaan informasi publik, GIAA memiliki sebanyak 7.600 karyawan hingga pertengahan Mei 2020. Berdasarkan jumlah tersebut, kondisi karyawan yang dilakukan PHK selama periode Januari 2020 hingga pertengahan Mei tersebut sebanyak 18 orang.

Maskapai dengan jenis layanan penuh tersebut juga mencatat hingga Mei 2020 mengalami penurunan penumpang hingga 90 persen dan menyisakan hanya 10 persen. Tak hanya itu, pesawat yang dikandangkan hampir menyentuh di level 75 persen. Jumlah pesawat yang terbang dan pesawat yang parkir berbanding terbalik dibandingkan dengan pada tahun-tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia phk
Editor : Zufrizal
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top