Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Seberapa Aman Naik Pesawat di Tengah Pandemi?

Seperti yang dilansir dari Bloomberg pada Senin (22/6/2020), terdapat sejumlah risiko penularan yang tidak dapat diabaikan di dalam pesawat.
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  21:54 WIB
Sejumlah penumpang berada di konter check-in di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Sejumlah penumpang berada di konter check-in di Terminal IA Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (17/3/2020). PT Angkasa Pura II (Persero) memprediksi jumlah penumpang pada kuartal I/2020 bisa berkurang sebesar 218.000 orang atau sekitar 1 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu akibat wabah virus corona (COVID-19) yang menyebabkan aktivitas penerbangan domestik dan internasional berkurang. Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Maskapai mulai memulihkan penerbangan yang ditunda karena penyebaran pandemi covid-19 sejalan dengan upaya pemerintah di sejumlah negara, yang melonggarkan pembatasan perjalanan untuk memulai kembali kegiatan ekonomi,

Bisnis ini memang berjalan lambat karena banyak calon penumpang yang khawatir terjebak di kabin selama jangka waktu cukup lama dengan kemungkinan penularan dari orang asing.

Seperti yang dilansir dari Bloomberg pada Senin (22/6/2020), terdapat sejumlah risiko penularan yang tidak dapat diabaikan di dalam pesawat.

Apakah virus corona menyebar di pesawat terbang?

Saat ini memang masih relatif sedikit penelitian yang dipublikasikan tentang penyebaran virus pada maskapai penerbangan. Namun, dari sebuah penyelidikan penerbangan pada 2 Maret dari Inggris ke Vietnam memungkinkan satu penumpang menularkan virus ke 14 penumpang termasuk awak kabin. Dua belas penumpang ini duduk dekat dengan penumpang terinfeksi.

International Air Transport Association atau kelompok maskapai penerbangan juga menjelaskan dari hasil survei informal terhadap 18 maskapai besar mengidentifikasi empat kasus dalam tiga bulan pertama kasus dugaan transmisi dalam penerbangan dari penumpang ke kru, dan empat lagi di mana satu pilot menjadi penyebar virus kepada yang lainnya. IATA menyebutkan kelompok maskapai penerbangan ini mewakili 14 persen dari lalu lintas udara global selama periode tersebut.

Apa yang bisa membuat terbang berisiko?

Orang yang terinfeksi Covid-19 berasal dari cairan yang dikeluarkan dari hidung dan mulut. Penularan secara langsung dapat ditransmisikan kepada seseorang yang dekat atau dengan menyentuh permukaan yang terkontaminasi dan kemudian mulut, hidung atau mata.

Apa yang membuat terbang berisiko sama dengan bentuk transportasi lain?

Karena jaraknya yang dekat dengan orang lain dan bersamaan dengan area sentuhan umum. Bandara juga bisa berisiko karena penumpang menunggu dalam antrian, check-in untuk penerbangan, mengunjungi ritel, dan menggunakan fasilitas umum seperti kamar mandi.

Bagaimana dengan penularan melalui udara?

Virus corona juga dapat ditransmisikan melalui partikel yang lebih kecil dan dikeluarkan dari hidung dan mulut mereka yang dikenal sebagai aerosol. Partikel ini dapat mengambang untuk sementara waktu di udara dan dihirup. Industri dirgantara mengatakan ventilasi pesawat modern harus mengurangi risiko penyebaran semacam ini. Umumnya udara di pesawat merupakan campuran 50-50 udara luar steril dan resirkulasi udara kabin yang telah disaring.

Menurut Airbus SE dan Boeing Co., semua pesawat mereka dilengkapi dengan filter HEPA, yang menangkap partikel sekecil virus.

Meski begitu, aliran udara ini dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti tata letak kursi dan kabin serta seberapa penuh pesawat. Juga, sistem ventilasi ini mungkin tidak sepenuhnya beroperasi ketika pesawat diparkir.

Apa yang dilakukan maskapai penerbangan untuk mengurangi risiko?

Maskapai penerbangan membersihkan pesawat lebih sering dan menyeluruh, dan menerapkan sistem cashless. Mereka menggunakan check-in online dan otomatisasi bagasi. Sejumlah maskapai tidak lagi menyajikan makanan dan minuman.

Penumpang pun diminta untuk tidak mengantri ke toilet dan sebagai gantinya menekan bel panggilan dan menunggu izin untuk melakukannya. Di Amerika Serikat JetBlue Airways Corp. dan Delta Air Lines Inc. sendiri telah berjanji untuk mengosongkan ruang di antara penumpang kendati operator lain jika memungkinkan membatasi jumlah penumpang di setiap penerbangan.

Sebagian besar maskapai penerbangan Eropa enggan berkomitmen untuk membiarkan kursi tengah kosong. Hal itu karena masalah efektifitas dan akan membuat penerbangan terlalu mahal untuk dijalankan.

Apa yang dilakukan bandara?

Di Bandara Heathrow London, penumpang wajib mengenakan masker wajah dan akan petunjuk di seluruh bandara yang memberitahu orang-orang untuk menjaga jarak yang aman.

Pembersih tangan tersedia secara luas di lebih dari 600 kios di seluruh bandara dan pemantauan suhu sedang dicoba.

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini mengeluarkan pedoman perjalanan aman yang menyarankan bandara untuk melangkah lebih jauh. Rekomendasi termasuk memperkenalkan teknologi bebas kontak di bagasi, keberangkatan dan outlet ritel.

Badan itu menganjurkan jarak 1 meter (3 kaki) harus dijaga di sepanjang bandara dan proses naik pesawat harus direvisi untuk menghindari antrian. Kamar mandi, katanya, harus dialihkan ke peralatan bebas-sentuhan, dan carousel bagasi khusus harus ada untuk kedatangan dari daerah-daerah berisiko tinggi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penerbangan maskapai penerbangan Virus Corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top